SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota Bekasi tengah membuka program baru yakni program kerja ke Jepang untuk warga Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pelatihan.
“Ini adalah kesempatan besar yang ingin masuk kerja di negara lain, pemkot yang menyiapkan untuk dana nya,” kata Tri dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2025).
Tri mengatakan, program ini diutamakan bagi warga yang sudah memiliki pelatihan bahasa Jepang, sebagai syarat utama penempatan tenaga kerja ke negara tersebut.
“Kami ingin tenaga kerja asal Kota Bekasi menembus hingga level internasional,” ujarnya.
Dia pun mengimbau, bagi warga Kota Bekasi yang berminat untuk bekerja di Jepang untuk segera mendaftarkan dirinya dalam program ini.
“Jika ada yang minat jangan ragu untuk ikut serta, daftarkan dan langsung berangkat untuk belajar di negara Jepang, hal ini membuka akses lebih luas untuk generasi muda sekaligu mengurangi pengangguran lokal,” tutupnya.
Jepang Buka Lowongan Kerja
Sebelumnya diberitakan Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (IKAPEKSI) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia agar semakin siap untuk bekerja atau mengikuti program magang di Jepang.
Baca Juga: Kepsek di Bekasi Soal Anaknya Aniaya Siswa SMP: Saya Digambarkan Berkepala Tikus
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan tenaga kerja di Negeri Sakura, terutama di sektor manufaktur dan konstruksi.
Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo, mengungkapkan bahwa IKAPEKSI telah menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional, termasuk Jepang.
"Program yang telah dijalankan dengan menyediakan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja internasional, termasuk di Jepang. Dengan pelatihan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, peluang pekerja Indonesia untuk berkarier di Jepang semakin terbuka lebar," ujar Pranyoto dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, Pranyoto menjelaskan bahwa Jepang saat ini menghadapi kekurangan SDM yang signifikan, khususnya di sektor manufaktur yang meliputi berbagai bidang seperti pengecoran logam hingga industri otomotif.
Selain itu, sektor konstruksi di Jepang juga membutuhkan pasokan tenaga kerja dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai proyek pembangunan infrastruktur.
"Kami hadir untuk mendukung tenaga kerja di Indonesia yang saat ini masih kesulitan dalam mendapatkan kesempatan bekerja. Saat ini, Jepang membuka kesempatan bagi 150 ribu tenaga kerja untuk berkarir disana," paparnya, menggarisbawahi besarnya potensi yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia.
Berita Terkait
-
Kepsek di Bekasi Soal Anaknya Aniaya Siswa SMP: Saya Digambarkan Berkepala Tikus
-
Kronologis Anak Kepsek di Bekasi Pukul Siswa SMP Gegara Kritik Dana PIP
-
Modus Peredaran Obat Keras di Bekasi: Berkedok Konter Pulsa, Pelajar Jadi Target
-
Ulah Ormas di Bekasi: Kuasai Ruko Tanpa Izin hingga Lakukan Pengancaman
-
Daftar Barang Bukti Kasus Korupsi Eks Kadispora Kota Bekasi: Dari Meja Pingpong hingga Raket
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?
-
BRI Siap Dukung Arahan Presiden Perluas Kepemilikan Rekening Masyarakat
-
Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali
-
Kebakaran Gunung Awu Meluas, Hillary Brigitta Bagikan 25 Ribu Masker dan Dorong Pemadaman dari Udara