- Polres Metro Bekasi membongkar peredaran tembakau sintetis di Cikarang Selatan, menangkap pelajar MIA (19 tahun).
- Penangkapan bermula laporan warga pada Sabtu (28/2) pukul 14.35 WIB di Desa Ciantra, Bekasi.
- Polisi menyita total 347,53 gram tembakau sintetis dan menetapkan tersangka dengan pasal Narkotika berat.
SuaraBekaci.id - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi membongkar kasus peredaran narkoba golongan I jenis tembakau sintetis dari rumah kontrakan di wilayah Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan menangkap satu orang terduga pelaku.
"Seorang pria berinisial MIA usia 19 tahun berstatus pelajar atau mahasiswa diamankan petugas setelah diduga meracik dan memperjualbelikan tembakau sintetis dari sebuah rumah kontrakan," kata Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, di Cikarang, Sabtu (28/2).
Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di depan Perum Graha Ciantra RT 08/04, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan pada Sabtu pukul 14.35 WIB.
Berbekal informasi itu, petugas bergegas menuju tempat kejadian perkara untuk mengecek situasi.
Tiba di sekitar lokasi, petugas melakukan interogasi awal hingga menemukan indikasi terduga pelaku terlibat dalam meracik tembakau sintetis.
Pengembangan pun dilakukan di rumah kontrakan pelaku.
Petugas dari rumah tersebut menemukan serta menyita barang bukti antara lain 48 paket sintetis dibungkus lakban cokelat, sembilan paket sintetis dalam plastik klip bening, lima linting sintetis siap pakai, satu botol semprot berisi cairan bibit serta 10 botol kosong sisa bibit.
"Total berat tembakau sintetis yang diamankan mencapai bruto 375,39 gram dan netto 347,53 gram. Selain itu, turut disita cairan diduga bibit sinte dengan berat bruto 13,52 gram dan netto 2,5 gram," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengaku meracik sendiri tembakau sintetis tersebut sebelum dikemas dan diedarkan. Motif sementara diduga karena faktor ekonomi.
Baca Juga: Skandal Kuota Haji Memanas: Staf Asrama Haji Bekasi Jadi Saksi Kunci KPK
Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, subsider pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Ancaman hukuman berupa pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun serta denda maksimum ditambah sepertiga.
Sumarni menegaskan akan terus meningkatkan patroli maupun penindakan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Bekasi.
Masyarakat turut diimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Warga dapat mengakses laporan pengaduan melalui layanan interaktif Curhat Langsung ke Bunda Kapolres (CLBK) di nomor WhatsApp 081383990086, pusat panggilan 110 maupun layanan pengaduan 24 jam di nomor 08111939110.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Hati-hati! Tabung Gas Oplosan Beredar di Jabodetabek, 10 Orang Jadi Tersangka
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual