- Teheran dan Isfahan mengalami ledakan baru pada Selasa (3/3) menyusul serangan udara pesawat tempur militer Israel.
- Israel melancarkan "Operation Lion's Roar" pada Sabtu (28/2), yang berujung pada pembalasan serangan drone Iran.
- Penerbangan sipil di Abu Dhabi, Dubai, dan Ras Al Khaimah dibuka kembali secara terbatas mulai Senin malam (2/3).
SuaraBekaci.id - Ibu Kota Iran, Teheran, Selasa (3/3), menyaksikan gelombang ledakan baru menyusul pengumuman militer Israel mengenai serangan terbaru.
Pesawat-pesawat tempur rezim Zionis menargetkan sejumlah lokasi di Teheran sejak Selasa dini hari waktu setempat, ungkap laporan koresponden Anadolu.
Media Iran juga melaporkan ledakan baru di Kota Isfahan di wilayah Iran tengah.
Kendati ada serangan baru, belum ada pernyataan resmi yang segera mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menjadi sasaran di Teheran maupun Isfahan.
Israel sebelumnya mengumumkan telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai serangan “preemptif” terhadap Iran dengan nama “Operation Lion’s Roar” pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat serta memberlakukan status darurat “khusus dan segera” di seluruh negeri.
Serangan tersebut terjadi saat perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Iran masih berlangsung di bawah mediasi Oman, dengan putaran terbaru di Jenewa berakhir pada Kamis.
Kampanye militer gabungan AS-Israel itu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Sebagai tanggapan, Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Penerbangan Dibatasi
Baca Juga: PBB: Warga Sipil di Gaza Masih Dibunuh
Aktivitas penerbangan sipil mulai beroperasi sebagian di Bandara International Zayed Abu Dhabi sejak Senin, 2 Maret 2026 malam secara bertahap dan terbatas yang dilakukan secara terkoordinasi dengan otoritas terkait dan maskapai penerbangan setelah sebelumnya ditutup akibat eskalasi ketegangan kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan pantauan Flightradar24 di Abu Dhabi, sejumlah penerbangan mulai dijadwalkan meskipun status penerbangan masih rentan berubah-ubah.
Pemantauan data penerbangan yang tersedia untuk publik melalui Flightradar24 tersebut menunjukkan bahwa sedikitnya 15 pesawat penumpang Etihad lepas landas dari Abu Dhabi dalam rentang waktu sekitar tiga jam setelah operasional dibuka kembali sebagian.
Beberapa sumber lain menyebut jumlahnya mencapai 16 penerbangan pada periode awal tersebut, sementara laporan lain mencatat sedikitnya delapan penerbangan sudah berangkat sejak pukul 14.00 waktu setempat pada hari pembukaan.
Langkah serupa juga diambil di Dubai dan Ras Al Khaimah. Dubai Airports serta Ras Al Khaimah International Airport (RKT) mengonfirmasi bahwa operasional terbatas dimulai pada Senin malam.
Sejumlah kecil penerbangan diizinkan beroperasi dari Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC).
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Bawa Celurit dan Stik Golf, Rencana Tawuran Pemuda di Bekasi Berakhir di Tangan Brimob
-
Tragedi Maut Arak-arakan Sisingaan di Bekasi: 3 Kru Meninggal Tersengat Listrik
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan WNA Korea di Bekasi: Disewa Rp139 Juta
-
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Satu Orang Ditangkap?
-
Mantan Caleg DPRD Bekasi Otak Pembunuhan WNA Korea