"Saya bayar di Desember pertengahan tanggal 14 sama 18, dicicil dua kali," katanya.
Saat itu kata Aloysius, jumlah pendaftar program S3 ke PWU baru sekitar 54 orang. Namun, pendaftaran program S3 ke PWU yang semula harusnya ditutup pada 31 Desember 2023 kemudian diperpanjang sampai Januari 2024.
Saat itu Aloysius sudah mulai merasa curiga, sebab jumlah pendaftar pun semakin banyak yakni 207 orang. Sementara menurutnya, program doktor di Indonesia tidak sebanyak itu.
Kecurigaannya semakin kuat, saat pihak penyalur berencana memindahkan seluruh calon doktor ke Asean University Internasional di Malaysia.
"Terakhir mungkin sekitar pertengahan Februari mulai lah dia bilang 'wah ini karena terlalu banyak programnya saya ditegur dari Pilipin'," kata Aloysius.
"Beberapa hari kemudian dia WA lagi, wah ini karena ini kegagalan pendaftaran, anda sekalian dialihkan ke kampus AUI (Asean University Internasional) di Malaysia," imbuhnya.
Seluruh calon program doktor itu akhirnya komplain dan meminta uang mereka dikembalikan. Namun, salah satu pengelola penyalur mengaku, bahwa uang para pendaftar telah habis digunakannya untuk trading.
"Sampai akhirnya si pengelolanya pak Bambang ini bilang wah uangnya saya pakai untuk trading dan saya loss. Terus akhirnya wah saya tidak bisa membayar, saya bersedia dipenjara, wah macam-macam," tutur ALoysius.
Merasa tertipu, Aloysius pun secara pribadi telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota pada 8 APril 2024.
Baca Juga: Kakek dan Nenek yang Rawat Cucu Penderita Cerebral Palsy Dapat Bantuan Kemensos
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, laporan kasus dugaan penipuan tersebut telah di terima oleh pihaknya dan saat ini tengah dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
"Iya benar korban sudah buat laporan, akan di periksa pelapor dan saksi-saksi. Minggu ini pelapor akan diperiksa," kata Firdaus saat dikonfirmasi.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Kakek dan Nenek yang Rawat Cucu Penderita Cerebral Palsy Dapat Bantuan Kemensos
-
Puncak Arus Balik Lebaran di Bekasi Terjadi Malam Ini, Jalur Arteri Ramai Lancar
-
Viral Video Perundungan Remaja Putri di Bekasi Gegara Kue Pancong, Pelaku Terancam Hukuman Berat
-
Kecelakaan Maut Bus Rosalia Indah di Tol Semarang-Batang: Korban Tewas Bertambah Jadi 8 Orang
-
KRL Anjlok di Mangga Dua, Jalur Commuter Line Alami Rekayasa Perjalanan
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK