- PT KAI Daop 3 Cirebon membatalkan 28 perjalanan kereta api pada Minggu (18/1) pagi akibat banjir.
- Banjir menggenangi jalur Pekalongan-Sragi dan beberapa titik di wilayah Jakarta, memaksa pembatalan demi keselamatan.
- KAI memberlakukan pengalihan rute dan memberikan pengembalian tiket 100% bagi penumpang yang terdampak pembatalan.
SuaraBekaci.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, membatalkan 28 perjalanan kereta api (KA).
Akibat banjir yang menggenangi lintasan kereta api di petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi, Jawa Tengah, serta sejumlah titik di wilayah Jakarta pada Minggu pagi.
“Terdapat beberapa KA yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon yang dibatalkan perjalanannya pada hari ini per pukul 08.00 WIB,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin dalam keterangannya di Cirebon, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan genangan air kembali meningkat di petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi akibat hujan yang masih terjadi pada Minggu pagi.
Selain itu, ia menyebutkan genangan air juga terpantau di beberapa titik wilayah Jakarta, di antaranya Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, serta petak jalan Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanjung Priok.
Menurut dia, keselamatan perjalanan KA dan pelanggan menjadi prioritas utama, sehingga pembatalan dilakukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Ia menyampaikan perjalanan yang dibatalkan meliputi KA Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Anjasmoro, Blambangan Ekspres, Brantas, Menoreh, hingga sejumlah KA Kaligung dan Ciremai.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang dialami,” katanya.
Selain pembatalan, pihaknya memberlakukan pula rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute atau perjalanan memutar untuk sejumlah KA.
Baca Juga: PMI Kirim 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera
Ia mengatakan pemberlakuan perjalanan memutar di antaranya KA Anggrek, Sembrani, Pandalungan, serta Jayabaya yang dialihkan melalui jalur alternatif.
Muhibbuddin mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh pada lintasan yang terdampak banjir.
“Petugas prasarana dan sarana juga dikerahkan untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel dan penanganan genangan air,” katanya.
KAI Daop 3 Cirebon melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan dan instansi teknis terkait dalam penanganan dampak banjir di sekitar jalur rel.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi pelanggan yang terdampak, yang dapat dilakukan melalui loket stasiun atau Contact Center 121 paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar lintasan dapat segera dinyatakan aman dan perjalanan KA kembali normal,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?