Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:39 WIB
Pegawai pemerintah mengunjungi warga miskin di Pelosok Kabupaten Sinjai yang mengirim surat permintaan bantuan beras karena sudah 7 hari tidak makan nasi [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Surat permohonan pinjaman beras dan garam ini viral pada 13 Januari 2026 di Sinjai, Sulawesi Selatan.
  • Keluarga tersebut kesulitan pangan karena kepala keluarga sakit dan sudah tujuh hari tidak makan nasi.
  • Dinas Sosial merespons cepat setelah viral dengan menyalurkan bantuan sembako darurat ke lokasi terpencil.

SuaraBekaci.id - Sebuah surat lusuh yang dibawa seorang anak ke warung sembako di Kabupaten Sinjai mendadak viral.

Surat itu bukan sekadar kertas biasa, melainkan jeritan hati sebuah keluarga yang tengah dihimpit kelaparan.

Berikut adalah fakta-faktanya:

1. Surat Pinjam Beras dan Garam yang Viral

Peristiwa ini mencuat pada Selasa (13/01/2026) di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Seorang anak mendatangi warung milik warga bernama Mariani dengan membawa secarik kertas.

Isi surat tersebut memohon pinjaman 5 kg beras dan garam karena persediaan makanan di rumah mereka telah habis total.

Warga di Pelosok Kabupaten Sinjai mengirim surat permintaan bantuan beras karena sudah 7 hari tidak makan nasi [SuaraSulsel.id/Istimewa]

2. Sudah 7 Hari Tidak Makan Nasi

Fakta yang paling menyayat hati adalah pengakuan keluarga tersebut bahwa mereka sudah tujuh hari tidak mengonsumsi nasi.

Baca Juga: Viral Dua Preman Ngamuk di Pasar Baru Bekasi, Pelaku Positif Sabu-sabu

Untuk bertahan hidup, pasangan suami istri Reski dan Latenni beserta anak-anaknya hanya mengonsumsi sayur-sayuran seadanya.

3. Kondisi Kepala Keluarga yang Sakit

Kepala Desa Tompobulu, Asri, mengungkapkan bahwa sang suami (Latenni) sudah tidak bekerja selama lebih dari 10 tahun.

Hal ini disebabkan karena ia mengalami gangguan kesehatan mental.

Sehingga beban ekonomi dan pengasuhan empat orang anak menjadi sangat berat bagi keluarga tersebut.

4. Anak Tengah dalam Kondisi Sakit

Dalam catatan yang beredar di media sosial Facebook, penulis surat juga menyebutkan bahwa salah satu alasan mereka sangat membutuhkan bantuan pangan segera.

Adalah karena anak mereka sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan asupan makanan yang layak.

5. Lokasi Pelosok dan Sulit Dijangkau

Keluarga prasejahtera ini tinggal di wilayah yang terisolasi.

Desa Tompobulu berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sinjai dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam.

Medan geografis yang sulit ini menjadi tantangan tersendiri bagi akses bantuan dan pengawasan sosial.

6. Terbentur Aturan "Bantuan Ganda"

Meski dikenal sebagai keluarga tidak mampu, pemerintah desa menjelaskan bahwa keluarga ini tidak bisa menerima bantuan dari Dana Desa.

Hal ini dikarenakan mereka sudah terdaftar sebagai penerima BLT Kesra.

Berdasarkan aturan, warga tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda, meski pada kenyataannya bantuan yang ada belum mencukupi kebutuhan harian mereka.

7. Respon Cepat Dinas Sosial

Setelah berita ini viral pada Rabu (14/01/2026), Dinas Sosial Kabupaten Sinjai langsung turun ke lokasi.

Pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako lengkap (beras, telur, minyak, dll). uang tunai, kasur lipat dan selimut.

Ada juga makanan siap saji dan biskuit yang diberikan.

Load More