- Surat permohonan pinjaman beras dan garam ini viral pada 13 Januari 2026 di Sinjai, Sulawesi Selatan.
- Keluarga tersebut kesulitan pangan karena kepala keluarga sakit dan sudah tujuh hari tidak makan nasi.
- Dinas Sosial merespons cepat setelah viral dengan menyalurkan bantuan sembako darurat ke lokasi terpencil.
SuaraBekaci.id - Sebuah surat lusuh yang dibawa seorang anak ke warung sembako di Kabupaten Sinjai mendadak viral.
Surat itu bukan sekadar kertas biasa, melainkan jeritan hati sebuah keluarga yang tengah dihimpit kelaparan.
Berikut adalah fakta-faktanya:
1. Surat Pinjam Beras dan Garam yang Viral
Peristiwa ini mencuat pada Selasa (13/01/2026) di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Seorang anak mendatangi warung milik warga bernama Mariani dengan membawa secarik kertas.
Isi surat tersebut memohon pinjaman 5 kg beras dan garam karena persediaan makanan di rumah mereka telah habis total.
2. Sudah 7 Hari Tidak Makan Nasi
Fakta yang paling menyayat hati adalah pengakuan keluarga tersebut bahwa mereka sudah tujuh hari tidak mengonsumsi nasi.
Baca Juga: Viral Dua Preman Ngamuk di Pasar Baru Bekasi, Pelaku Positif Sabu-sabu
Untuk bertahan hidup, pasangan suami istri Reski dan Latenni beserta anak-anaknya hanya mengonsumsi sayur-sayuran seadanya.
3. Kondisi Kepala Keluarga yang Sakit
Kepala Desa Tompobulu, Asri, mengungkapkan bahwa sang suami (Latenni) sudah tidak bekerja selama lebih dari 10 tahun.
Hal ini disebabkan karena ia mengalami gangguan kesehatan mental.
Sehingga beban ekonomi dan pengasuhan empat orang anak menjadi sangat berat bagi keluarga tersebut.
4. Anak Tengah dalam Kondisi Sakit
Dalam catatan yang beredar di media sosial Facebook, penulis surat juga menyebutkan bahwa salah satu alasan mereka sangat membutuhkan bantuan pangan segera.
Adalah karena anak mereka sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan asupan makanan yang layak.
5. Lokasi Pelosok dan Sulit Dijangkau
Keluarga prasejahtera ini tinggal di wilayah yang terisolasi.
Desa Tompobulu berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sinjai dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam.
Medan geografis yang sulit ini menjadi tantangan tersendiri bagi akses bantuan dan pengawasan sosial.
6. Terbentur Aturan "Bantuan Ganda"
Meski dikenal sebagai keluarga tidak mampu, pemerintah desa menjelaskan bahwa keluarga ini tidak bisa menerima bantuan dari Dana Desa.
Hal ini dikarenakan mereka sudah terdaftar sebagai penerima BLT Kesra.
Berdasarkan aturan, warga tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda, meski pada kenyataannya bantuan yang ada belum mencukupi kebutuhan harian mereka.
7. Respon Cepat Dinas Sosial
Setelah berita ini viral pada Rabu (14/01/2026), Dinas Sosial Kabupaten Sinjai langsung turun ke lokasi.
Pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako lengkap (beras, telur, minyak, dll). uang tunai, kasur lipat dan selimut.
Ada juga makanan siap saji dan biskuit yang diberikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Lokasi Samsat Keliling di 14 Titik Wilayah Jadetabek
-
Fitur QRIS Tap dari BRImo, Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek