Galih Prasetyo
Selasa, 12 Desember 2023 | 20:00 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 2, Anies Baswedan.

SuaraBekaci.id - Nama Mega Suryani Dewi disebut oleh calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan saat membacakan visi misi di debat Pilpres 2024 yang berlangsung di halaman Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023) malam.

"Kita menyaksikan ada peristiwan ibu Mega. Ibu Mega Suryani Dewi, seorang ibu rumah tangga yang alami kekerasan rumah tangga. Lapor kepada negara tidak diperhatikan dan dia meninggal korban kekerasan. Apakah ini dibiarkan? Tidak ini harus diubah," ucap Anies Baswedan seperti dilihat dari tayangan Youtube Suara.com '(LIVE): Debat Perdana Calon Presiden Pemilu 2024'

Tema debat perdana calon Presiden 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.

Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.

Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.

Lantas siapa Mega Suryani Dewi dan seperti apa kasus KDRT yang menimpanya?

Deden Suryana (27) kakak dari Mega Suryani (24) korban pembunuhan suaminya sendiri, Nando (25) mengungkapkan sebelum peristiwa tragis menimpa adiknya pada Kamis (7/9), pelaku telah berulang kali melakukan tindak kekerasan.

Aksi sadis Nando kepada Mega terjadi di salah satu kontrakan di Jalan Cikedokan RT01 RW04, Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Viral Video Lawas Anies Cecar Pasangan Prabowo di Debat Pilpres, Megawati Senyum-senyum

Deden mengaku bahwa ia sudah tiga kali pergoki adik kandungnya itu mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari pelaku. Puncaknya aksi bengis Nando membuat nyawa Mega melayang.

“Dari awal saya udah sering mergokin (tindakan KDRT) udah tiga kali, ini yang keempat kali,” ujar Deden.

Korban bahkan kata Deden sudah melaporkan KDRT ke pihak kepolisian namun pelaku membantahnya bahkan pelaporan tersebut akhirnya disetop.

Nando, suami yang bunuh istrinya, Mega Suryani Dewi. (Suara.com/Mae Harsa)

“Sudah sempat dilaporkan, sudah sempat visum juga, cuma dari pihak pelaku menyangkal dan memutuskan buat di stop,” ungkap Deden.

Sementara itu, orang tua korban, Linda (51) mengungkap bahwa putrinya telah tiga tahun membina rumah tangga dengan Deden. Selama tiga tahun itu juga korban mendapat tindak KDRT.

Bahkan Linda juga beberapa kali melihat wajah sang putri babak belur akibat kekerasan yang dilakukan Nando.

Load More