Galih Prasetyo
Sabtu, 19 April 2025 | 10:07 WIB
Ilustrasi gas buang [Shutterstock]

SuaraBekaci.id - Warga Bekasi dihebohkan dengan adanya bau menyengat menyerupai gas bocor pada Jumat (18/4/2025) malam. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan warga melalui media sosial.

Pada media sosial X, sejumlah netizen mempertanyakan sumber bau gas tersebut. Bau yang tercium begitu menyengat hingga ada yang mengaku tak bisa tidur lantaran hal tersebut.

“Ini Bekasi kenapa bau gas sih? Pusing banget gak bisa tidur,” tulis akun X @dinamamaliaa, dikutip SuaraBekaci.id, Sabtu (19/4/2025).

Seorang warga asal Mustikajaya, Sintia, juga mengaku dirinya sempat berusaha mencium bau gas terserbut. Ia bahkan sempat mengira bahwa asal bau tersebut dari gas elpiji miliknya.

"Bau gas semalam, kirain dari gas di rumah ternyata bukan," kata Sintia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyebut bahwa bau gas yang terckum di sejumlah wilayah Bekasi berasal dari adanya gas yang bocor.

"Kebocoran gas," kata Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4).

Kendati demikian, Tri menyebut hingga saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) masih melakukan pengalaman terkait kebocoran gas tersebut.

"PGN sedang menelusuri dan antisipasi," ujarnya.

Baca Juga: Jenazah Anak Kami Tak Bisa Pulang: Jerit Keluarga Ikhwan Warga Bekasi yang Tewas di Kamboja

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Keracunan Gas

Keracunan gas bisa sulit dikenali karena beberapa gejalanya mirip dengan kondisi kesehatan umum lainnya. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Pusing dan Sakit Kepala: Tanda awal yang sering muncul.
  • Mual dan Muntah: Reaksi tubuh terhadap keracunan.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas bisa menjadi tanda yang jelas.
  • Lemas dan Kelelahan: Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
  • Kebingungan atau Kehilangan Kesadaran: Terjadi pada tingkat keracunan yang lebih parah.
  • Kejang: Muncul dalam kasus yang sangat serius.

Bahaya Hirup Gos Bocor

Tak hanya berisiko menimbulkan kebakaran, gas yang keluar dari elpiji juga bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan.

Bahaya menghirup gas bisa menyebkan efek jangka pendek dan jangka panjang.

Pipa gas rumah tangga di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Kaltim bocor. [klikkaltim.com]

Untuk dampak jangka pendek, dalam waktu 10 menit, dua unsur utama pada elpiji (butana dan propana) bisa menimbulkan dampak pada tubuh secara langsung, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Batuk
  • Sesak dada

Jika tak segera ditangani, gejalanya bisa berangsur lebih parah seketika itu juga, seperti detak jantung tak beraturan, nyeri dan mati rasa di lengan atau kaki, sulit bernapas, serta tiba-tiba lemas hingga hilang kesadaran alias pingsan.

Sedangkan untuk dampak jangka panjang, salah satu bahaya menghirup gas adalah bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru.

Paparan butana dapat mengganggu serta memperlambat kinerja paru-paru, hingga mengurangi kadar oksigen di dalam tubuh.

Pada kasus yang parah, paparan gas itu mungkin bisa memicu peradangan hingga menyebabkan gangguan kesehatan lebih serius, misalnya pneumonia.

Tak hanya itu, paparan gas juga meningkatkan risiko kanker.

Senyawa kimia butana bisa menjadi zat karsinogenik, yang telah dibuktikan oleh sebuah riset dengan objek hewan.

Risiko kanker kulit bisa meningkat jika bagian terluar dari tubuh tersebut mendapat paparan butana.

Langkah-langkah Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

Berikut panduan praktis yang dapat diikuti:

  • Segera Evakuasi: Pindahkan korban ke tempat yang memiliki udara segar secepat mungkin. Jauhkan dari sumber gas beracun.
  • Periksa Pernapasan dan Denyut Nadi: Pastikan korban masih bernapas dan memiliki denyut nadi.
  • Posisi Pemulihan: Jika korban tidak sadar tetapi bernapas, posisikan mereka di sisi dengan kepala sedikit mendongak ke atas untuk menjaga jalan napas tetap terbuka.
  • Rujukan ke Rumah Sakit: Setelah evakuasi dan pertolongan pertama, segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
  • Hindari Memberikan Makanan atau Minuman: Ini bisa memperparah kondisi jika korban tidak sepenuhnya sadar.

Kontributor : Mae Harsa

Load More