SuaraBekaci.id - Ikhwan Sahab (27), pemuda asal Babelan, Kabupaten Bekasi dikabarkan tewas di Kamboja pada Senin (14/4/2025). Keluarga korban mengungkap, Ikhwan tewas setelah mengalami penyiksaan di tempat korban bekerja.
Adik korban, Subyantoro (24) mengatakan, Ikhwan berangkat ke Kamboja pada awal Februari 2024. Kepada orang tuanya, ia mengaku tengah dimutasi oleh perusahaan tempatnya bekerja.
“Bilangnya ke orang tua izinnya itu mutasi dari perusahaan lamanya. Tetapi saya juga udah curiga, enggak mungkin gitu kan tiba-tiba pindah ke sana,” kata Subyantoro saat ditemui wartawan, Kamis (16/4/2025).
Pada kenyataannya, Ikhwan dijanjikan dipekerjakan di perusahaan resmi sebagai admin judi online (judol) dengan gaji sekitar Rp30 - Rp40 juta per bulan.
Sayangnya, saat tiba di Kamboja, Ikhwan justru dipekerjakan di perusahaan scamming atau penipuan yang sasarannya adalah warga Indonesia.
Subyantoro mengatakan, enam bulan pertama, komunikasi antara keluarga korban masih berjalan baik. Ikhwan rutin memberi kabar lewat panggilan video dan telepon.
Namun, sejak Januari 2025 komunikasi yang terjalin mulai berubah, Ikhwan tak lagi pernah panggilan video, hanya sebatas telepon saja.
Hingga suatu hari, keluarga dihubungi oleh seseorang yang menggunakan nomor Ikhwan dengan meminta uang tebusan untuk memulangkan Ikhwan.
"Itu kayak bosnya gitu dia minta uang tebusan sekitar 60 juta. Saya curiga, saya bilang ke mama saya jangan ditransfer. Apalagi transfernya ke rekening kakak saya. Itu kayak nantinya kalau emang ada sesuatu kita nggak bisa ngelacak. Engga ditransfer lah sama orang tua saya," tuturnya.
Baca Juga: Drainase Buruk, Hujan Deras Berjam-jam Hingga Air Kiriman Bikin 7 Wilayah di Kabupaten Bekasi Banjir
Kemudian, pada 3 April 2025, Subyantoro mengatakan ia mendapat telepon dari perawat salah satu rumah sakit di Kamboja. Kepadanya, perawat tersebut mengabarkan bahwa Ikhwan dalam keadaan koma sejak 2 hari terakhir.
“Itu dikabarin melalui susternya. Susternya menjelaskan kakak saya itu udah koma selama di rumah sakit 2 hari. Berarti masuk rumah sakit itu sekitar tanggal 28 Maret,” ujar Subyantoro.
Setelah bangun dari koma, Subyantoro sempat beberapa kali berkomunikasi dengan sang kakak melalui panggilan video. Saat itu, ia melihat kondisi Ikhwan sangat memprihatinkan dengan luka di sekujur tubuhnya.
“Banyak (luka), mata itu lebab. Terus di tangan banyak luka, di kaki, di badan, dan di bagian bokong itu kaya luka kebakar. Terus di bagian kepala itu dia pendarahan otak,” tuturnya.
Kepada Subyantoro, Ikhwan mengaku bahwa ia telah mengalami penyiksaan karena tidak mencapai target dalam bekerja.
Korban mengatakan, ia disiksa selama dua hari dengan cara dikeroyok oleh 15 orang yang diantaranya merupakan bos dan sesama pekerja asal China dan Indonesia.
Berita Terkait
-
Drainase Buruk, Hujan Deras Berjam-jam Hingga Air Kiriman Bikin 7 Wilayah di Kabupaten Bekasi Banjir
-
Geger Pasutri Tewas di Kontrakan Bekasi: Kondisi Korban Mengenaskan
-
Misteri Wanita Lansia di Bekasi Tewas dengan Kaki Hingga Leher Terikat
-
Giliran Pagar Laut Ilegal Milik PT Mega Agung Nusantara di Bekasi yang Disegel KKP
-
Viral! Ayah di Cibitung Tega Lempar Anak Kandung Kini Terancam Bui 3 Tahun
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK