"Sebenernya agak gak enak juga ya karena kan lumayan capek walaupun cuma turun doang harusnya bisa dibenerin soalnya sudah berbulan-bulan," ujar Zika.
Menurut Zika, matinya eskalator itu juga akan lebih merugikan bagi penumpang yang sudah paruh baya. Oleh karenanya, Zika berharap, pihak penanggung jawab fasilitas stasiun kereta api bisa segera memperbaiki persoalan tersebut.
Selain Zika, hal senada juga disampaikan Novi (34), dia yang saat itu menggendobg satu balita dan seorang ibu paruh baya mengaku sangat kelelahan karena harus turun stasiun menggunakan tangga manual.
"Harusnya lebih cepat diperbaiki ya, soalnya kasian manula sama saya yang bawa anak gini, capek banget," ujarnya.
Sebagai masyarakat yang sering menggunakan kereta api sebagai transportasi umum, Novi berharap secepatnya persoalan eskalator mati bisa segera diperbaiki.
Sering bolak balik, karena rumah saya di Bekasi rumah ibu saya di Buaran jadi sering saya naik kereta. Mudah-mudahan lebih cepat diperbaiki lebih tanggap lagi, soalnya ini kan fasilitas umum yang sering kita gunakan setiap hari," pungkas Novi.
Sebelumnya, viral di laman media sosial kondisi ekskalator di Stasiun Bekasi yang tak bisa digunakan selam lebih dari 4 bulan. Pengguna KRL yang turun di Stasiun Bekasi banyak yang mengeluh lantaran eskalator turun tak bisa digunakan.
Pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian beberapa waktu lalu saat 1 bulan eskalator tidak bisa digunakan berjanji akan segera memperbaikinya. Namun sampai saat ini pengguna KRL masih harus turun lewat tangga.
Kontributor : Mae Harsa
Baca Juga: 42 Ribu Penumpang Pulang Libur Nataru Gunakan KA, 10 Ribu Orang Terpantau Turun di Stasiun Bekasi
Berita Terkait
-
Dana Rp737 Miliar Dialokasikan untuk Bangun Jembatan hingga Pelebaran Jalan di Bekasi
-
Duh! 66,5 Persen Pemilih di Jabar 7 Lebih Mudah Tergoda Politik Uang dari Caleg Lokal
-
Dilaporkan Bawaslu Kampanye di Masjid, Verrell Bramasta Kebingungan: Saya Masih Belajar
-
4 Kali Masuk Bui, Pelaku Curanmor di Bekasi: InsyaAllah Kalau Bebas Mau Berubah
-
Caleg PAN Verrell Bramasta Diduga Kampanye di Masjid, Bawaslu Bekasi Langsung Gerak
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia