- Dishub Kabupaten Bekasi meminta bantuan polisi menindaklanjuti maraknya pencurian komponen PJU seperti kabel di berbagai ruas jalan.
- Dampak pencurian PJU dirasakan masyarakat melalui minimnya penerangan jalan, memicu banyak laporan pengaduan resmi.
- Dishub sedang mengkaji alternatif material kabel PJU agar perbaikan yang sudah dilakukan tidak mudah hilang dicuri kembali.
SuaraBekaci.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta bantuan kepolisian sebagai imbas maraknya kasus pencurian komponen penerangan jalan umum (PJU) sambil terus melakukan penanganan serta perbaikan untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dishub Kabupaten Bekasi Deni Hendra mengungkapkan hasil pendataan di lapangan menunjukkan kehilangan terbanyak terjadi pada komponen suku cadang PJU seperti kabel dan panel kontrol, termasuk di ruas jalan nasional hingga provinsi.
"Untuk mengantisipasi pencurian, kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Setiap ada laporan kehilangan, kami meminta bantuan patroli dari kepolisian sektor terdekat," katanya di Cikarang, Sabtu (7/2).
Dia mengaku tindak pencurian seperti yang belum lama ini terjadi pada PJU di Ruas Jalan Kalimalang kini telah diantisipasi melalui patroli polisi secara berkala seiring upaya perbaikan dan pemeliharaan serta sosialisasi kepada warga untuk turut menjaga fasilitas umum tersebut.
Ia menyatakan dampak dari pencurian PJU sangat dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari.
Banyak aduan yang masuk melalui media sosial maupun kanal pengaduan resmi pemerintah daerah.
"Sekarang aduan banyak sekali, baik lewat laporan AA maupun media sosial seperti Instagram. Setelah kita tindak lanjuti dan diperbaiki, ternyata hilang lagi, lalu masyarakat komplain lagi," ujarnya.
Deni menjelaskan meski berada di ruas jalan nasional maupun provinsi yang mengakibatkan pengelolaan tidak dapat dilakukan secara penuh namun pihaknya tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang tersedia demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
"Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami coba perbaiki dari aset yang kami miliki. Banyak kabel ukuran kecil dan itu rawan dicuri. Dari wilayah Kantor KPU di Kedungwaringin sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang," katanya.
Baca Juga: Desain 'Bau' Proyek SMA Negeri 20 Bekasi Bikin DPRD Jabar Geram
Kasus pencurian juga terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi lain, mulai dari Taman Kalimalang hingga Stasiun Lemahabang. Akibatnya, lampu PJU kerap kembali padam meski baru saja diperbaiki.
"Sudah kita perbaiki, tapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan," ucapnya.
Dirinya menyebut sebagian besar kabel dicuri merupakan jenis NYY yang memiliki nilai jual tinggi.
Sehingga pihaknya turut mempertimbangkan pemakaian alternatif material serta melakukan kajian agar perbaikan tidak terus berulang.
"Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus pakai kabel yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi," katanya.
Pihaknya kini juga lebih aktif melakukan sosialisasi setiap penanganan aduan melalui media sosial agar masyarakat mengetahui bahwa laporan mereka sudah ditindaklanjuti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka