- Imlek adalah tradisi tahunan etnis Tionghoa di Indonesia, berfungsi sebagai ritual keagamaan serta ajang kebersamaan keluarga.
- Perayaan ini dimeriahkan dengan seni budaya seperti barongsai dan festival makanan yang melestarikan warisan Tionghoa.
- Hidangan khas Imlek memiliki makna simbolis penting, seperti keselamatan dan kekayaan, dibudayakan turun-temurun oleh etnis Tionghoa.
SuaraBekaci.id - Imlek menjadi tradisi tahunan yang dirayakan oleh seluruh warga Tionghoa, termasuk keturunannya yang tinggal di Indonesia.
Perayaan ini tidak hanya melibatkan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya keluarga dan masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.
Terdapat beragam aktifitas seni dan budaya untuk menyemarakkan perayaan Imlek.
Pertunjukan tarian barongsai hingga festival makanan menjadi daya tarik utama yang menarik perhatian masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melestarikan budaya Tionghoa yang kaya akan nilai dan makna.
Salah satu yang menjadi potret menarik dari perayaan Imlek adalah hidangan khas yang disajikan saat berkumpul bersama keluarga.
Makanan seperti yu sheng, mie panjang umur, hingga aneka boga bahari tidak hanya menyenangkan untuk disantap, tetapi juga memiliki makna penting dalam kepercayaan yang dianut.
Pakar Kuliner keturunan Tionghoa, William Wongso, kepada ANTARA mengungkapkan, bahan-bahan pangan yang digunakan dalam memasak hidangan khas Imlek bukanlah merefleksikan kemewahan, akan tetapi terdapat simbol yang dapat menggambarkan keselamatan, kekayaan, kelanggengan, hingga kebahagiaan.
“Kalau di China, setiap bahan itu mengandung makna penting dan itu dijelaskan dari tulisan kaligrafi dari bahan tersebut, contoh Apel. Bahasa Mandarin Apel itu ping guo. Ping artinya kedamaian,” kata William, pakar yang aktif di industri kuliner sejak 1977 itu.
Baca Juga: Transaksi QRIS BRImo di Festival Kuliner Kampoeng Tempo Doeloe 2025, Dapat Cashback 20% dari BRI
Tradisi menikmati hidangan khusus Imlek tersebut telah dibudayakan oleh warga etnis Tionghoa di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, sejak ratusan tahun lalu.
Meskipun berada jauh dari tanah asal, warga keturunan di Indonesia tetap merayakan Imlek dengan semangat dan budaya yang sama.
Semangat menjaga tradisi itu pula yang tercermin pada ragam hidangan yang dapat dijumpai di House of Tugu, sebuah bangunan bersejarah di Kawasan Kota Tua Jakarta yang kini difungsikan sebagai hotel dan restoran.
Bangunan yang merupakan bagian dari jejak panjang pencampuran budaya Nusantara, Tionghoa, dan Belanda itu kini dirawat sebagai ruang bersejarah yang dibuka untuk umum.
Di momen Imlek, House of Tugu menghadirkan hidangan khas yang dirangkai dari berbagai tradisi peranakan Jawa pesisir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia