SuaraBekaci.id - Beberapa waktu lalu, sayembara untuk bisa menangkap pelaku kejahatan sempat marak di Bekasi, Jawa Barat. Terbaru, seorang korban pencurian sepeda motor, Fidayana Sastra Dewi buat sayembara untuk menangkap pelaku.
Fidayana Sastra Dewi menjanjikan Rp5 juta kepada siapapun yang bisa menangkap pelaku pencurian sepeda motor miliknya. Menurutnya, ia hanya ingin bertemu dengan pelaku pencurian meski tak berharap sepeda motornya masih ada.
"Motor mungkin kalau sudah ga ada, di jual gak apa-apa, ikhlas saya, yang penting saya pengin ketemu orangnya. bisa ketemu orangnya, saya kasih 5 juta," kata Fidayana seperti dikutip dari Bekasi24jam--jaringan Suara.com
Dua unit motor jenis Honda Beat Street milik Fidayana pada Kamis (9/11) dicuri dari kediamannya di Jalan Lapangan Tengah, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku pencurian tengah beraksi mengambil dua sepeda motor milik Fidayana. Tampak, kedua pelaku gunakan jaket biru.
Sayembara Tangkap Garong di Bekasi
Sebelumnya pada Juni 2023, aparatur Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengadakan sayembara untuk menangkap begal dengan iming-iming hadiah uang tunai.
"Barang siapa yang bisa menangkap begal jalanan saya kasih hadiah Rp10 juta," kata Kepala Desa Burangkeng Nemin bin Sain di Kabupaten Bekasi.
Menurut Nemin, sayembara tangkap begal ini karena kondisi gangguan keamanan dan ketertiban pelaku penjahat jalanan ini sudah sangat membuat resah warga.
Baca Juga: Amuk Massa di Jatimulya Bekasi Tewaskan Pelaku Pencurian Mobil, Saksi Ungkap Kronologis Kejadian
Bahkan aksi begal itu kata Nemin sudah membabi buta dan tak mengenal belas kasihan kepada korban.
Nemin menyatakan hadiah sayembara berupa uang tunai senilai Rp10 juta itu berasal dari kantong pribadi dengan tujuan memberikan semangat kepada warga untuk saling menjaga lingkungan dari tindak kejahatan.
"Sayembara ini terbuka bagi siapa saja, baik warga maupun aparat penegak hukum, siapa saja yang bisa menangkap para begal jalanan akan saya kasih hadiah Rp10 juta," katanya.
Fenomena sayembara tangkap pelaku kriminal ini sempat dapat sorotan dari sosiolog dari Universitas Islam 45 Bekasi, Andi Sopandi menilai adanya fenomena sayembara penangkapan begal itu disebabkan karena kasus pembegalan yang terjadi secara berulang-ulang tidak diatasi dengan baik oleh pihak yang berwenang.
“Kasus pembegalan yang berulang-ulang dan tidak diatasi juga tidak ada solusi baik oleh penegak hukum, pemerintah maupun masyarakat,” kata Andi kepada SuaraBekaci.id, Kamis (29/6).
Kondisi ini akhirnya membuat masyarakat menilai bahwa upaya yang selama ini dilakukan untuk memberantas aksi begal tidak cukup untuk membuat pelaku begal merasa jera.
Berita Terkait
-
Akhir Petualangan Ayah dan Anak Penadah Curanmor di Kampung Cerewed Bekasi, Pasang Muka Lesu Saat Diborgol
-
Komplotan Spesialis Curanmor Berhasil Dibekuk Polres Metro Bekasi, Dua Senjata Api Rakitan Disita
-
Gerombolan Bocil Pelaku Curanmor di Karawang, Uang Hasil Curian untuk Foya-foya
-
Anak di Bawah Umur Jadi Komplotan Curanmor di Pondok Gede, Lakukan Pencurian Lebih dari 5 Kali
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
7 Fakta Keji Pasutri Juragan Nasi Kuning Paksa Karyawan Berhubungan Badan
-
Jusuf Kalla Lepas Relawan PMI untuk Bencana Sumatera dan Aceh
-
Libur Usai, Arus Balik Dimulai: Ini Imbauan Penting untuk Penumpang Kereta Api
-
BRI Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana lewat Pembangunan Huntara di Aceh
-
Sambut 2026, Dirut BRI Optimistis Transformasi Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang