SuaraBekaci.id - Pria paruh baya berinisial M (65) bersama putranya RF (21) kompak menjadi penadah pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Aksi mereka terkuak saat tim buser Polsek Bekasi Timur berhasil melakukan penggerebekan di rumah kontrakan kedua tersangka yang berada di Kampung Cerewed, Jalan Anggrek, Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Minggu (22/10).
Pantauan SuaraBekaci.id di Polres Metro Bekasi Kota, satu borgol terlihat melingkari tangan ayah dan anak tersangka penadah curanmor itu. Sepanjang konferensi pers berlangsung, keduanya nampak terus tertunduk.
Usai konferensi pers berlangsung, keduanya digiring ke area luar untuk disatukan dengan barang bukti yakni sejumlah motor yang ditemukan pihak kepolisian dikediaman kedua tersangka.
Panit Buser Polsek Bekasi Timur, Ipda Sigit Firmansyah mengatakan, sebelum melakukan penggeledahan, polisi telah lebih dulu melakukan pengintaian terhadap tersangka.
“Kita (tim buset Polsek Bekasi Timur) lakukan pemantauan secara bertahap terhadap rumah tinggal (tersangka). Selang beberapa hari di pagar rumah itu ada bungkusan putih di lapis karung, pada kesempatan itu kami melakukan pengecekan,” kata kepada awak media, Selasa (24/10).
Rupanya karung-karung itu berisi satu unit motor yang beberapa kerangkanya sudah dilepas. Ada 8 unit sepeda motor yang ditemukan saat itu.
Sejumlah kendaraan yang sudah di packing itu rencananya akan dikirim oleh tersangka ke daerah Lampung untuk kemudian dijual di sana.
“Copotan atau pelepasan stang motor, ban belakang, shock backer agar mempermudah proses pengiriman,” jelasnya.
Baca Juga: Terlibat Curanmor, Anggota Polres Lampung Timur Dipecat
Ketika sepeda motor itu sampai di Lampung akan diterima oleh seseorang berinisial L. Rupanya, L juga masih satu keluarga dengan kedua tersangka.
Adapun, tersangka mendapatkan sejumlah sepeda motor itu dari seseorang berinisial DS dan F yang saat ini masih buron. Para tersangka telah melancarkan aksinya sejak bulan Juli 2023 hingga Oktober 2023.
“Kurang lebih motor yang dikirim ada 4 kali. Sekali pengiriman 7-8 unit. Masing-masing pelaku ini mendapat upah Rp250-Rp400 ribu per unit,” ujarnya.
Atas perbuatannya, kini pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Terlibat Curanmor, Anggota Polres Lampung Timur Dipecat
-
Pelaku Curanmor di Bantul yang Babak Belur Usai Kejar-kejaran Diperiksa Polisi, Ternyata Ini Modusnya
-
Ditendang Korban Saat Kejar-kejaran, Pelaku Curanmor Babak Belur Jatuh dari Motor di Bantul
-
Nyamar Jadi Tukang Rongsokan, Pelaku Curanmor Asal Pandeglang Gasak 4 Motor di Waringinkurung
-
Komplotan Curanmor Berpistol Beraksi Siang Hari Bolong di Pulo Gadung
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia