SuaraBekaci.id - Operasi Keselamatan Jaya 2022 akan digelar Polres Bekasi mulai hari ini hingga dua pekan ke depan di wilayah hukum Kabupaten Bekasi.
Hal itu diungkapkan Wakil Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Joko di Cikarang.
Dia mengatakan, sebelum menjalankan operasi, petugas terlebih dahulu mengikuti apel gelar pasukan di Mapolda Metro Jaya.
"Tadi pagi jam 07.30 WIB apel gelar pasukan di Polda Metro, setelah itu wilayah penyangga khususnya Polres Metro Bekasi mengadakan rapat koordinasi dihadiri stakeholder antara lain Kodim/TNI, Pol PP, Dishub, dan pemerintah daerah," katanya di Simpang Sentra Grosir Cikarang, Selasa.
Dia menjelaskan berdasarkan surat perintah Operasi Keselamatan Jaya 2022 digelar di Simpang SGC Cikarang dan Jalan RE Martadinata hingga Terminal Kalijaya Cikarang pada 1-14 Maret 2022 oleh petugas gabungan yang mengikuti rapat koordinasi sebelumnya.
Operasi kali ini bersifat preemtif, preventif, serta tanpa ada penindakan sehingga hanya difokuskan pada imbauan kepada pengendara terutama terkait protokol kesehatan yang wajib dikedepankan.
Joko mengaku masih banyak pengguna jalan di area Simpang SGC yang melakukan pelanggaran lalu lintas dengan tidak memakai helm, sabuk pengaman, hingga melawan arus.
"Pelanggaran lalu lintas di sini didominasi pelanggaran R2 (roda dua). Pengendara yang tidak memakai helm kami suruh pakai helm, tidak boleh berboncengan lebih dari dua, dan yang lawan arah kami minta supaya balik kanan. Sekecil apapun kami minimalisir, tidak boleh ada penindakan," katanya.
Di lokasi tersebut juga masih banyak dijumpai pengguna jalan serta warga sekitar yang kedapatan tidak memakai masker serta tidak menerapkan protokol kesehatan ketat lain seperti yang dianjurkan pemerintah.
"Petugas selain melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan taat berlalu lintas, juga membagikan masker kepada pengguna jalan serta warga di sekitar lokasi operasi," katanya.
Pihaknya mengimbau segenap warga untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi kendaraan dengan surat-surat saat bepergian, serta menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah penularan virus corona.
"Operasi ini sifatnya rutin karenanya TO (target operasi) tidak berbeda jauh dari operasi-operasi sebelumnya dan karena wilayah kita ini masih menerapkan PPKM maka penekanan operasi ini ada di penerapan protokol kesehatan," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Rahmat Effendi Terus 'Dikuliti' KPK Kembali Panggil Inspektorat Pemkot Bekasi Dian Herdiana
-
Merasa Tak Sesuai Pesanan, Seorang Ibu di Bekasi Tolak Bayar COD, Warganet: Et Dah, Emak-emak
-
Harga Melonjak, Pedagang Sapi di Bekasi Mogok Berjualan Selama Lima Hari
-
Guru Ngaji di Bekasi Dituduh Pelaku Begal, Pengacara Ungkap Kekerasan Saat Penangkapan
-
Waduh, Harga Gas Nonsubsidi 12 Kilogram di Bekasi Tembus Rp 200 Ribu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Pilkades Serentak Bekasi 2026 Diundur
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan