Minyak Goreng Masih Langka, Tempe dan Tahu Menghilang di Pasaran, Warga Bekasi Menjerit

Warga Bekasi mengeluhkan harga minyak goreng bersubsidi yang masih langka dan sekarang tempe serta tahu menghilang dari pasaran.

Galih Prasetyo
Senin, 21 Februari 2022 | 13:30 WIB
Minyak Goreng Masih Langka, Tempe dan Tahu Menghilang di Pasaran, Warga Bekasi Menjerit
Stok minyak goreng di salah satu minimarket di Bekasi ludes terjual (Suara.com/Imam Faisal)

SuaraBekaci.id - Minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 di sejumlah pasar di kota Bekasi masih sangat langka. Sejumlah pedagang terpaksa harus menjual harga minyak goreng dengan harga di atas HET, kisaran Rp 15.000 hingga 16.500 per kilogram.

Dari pantuan Suara.com di Pasar Kranji Baru, Jalan Patriot, Bekasi Barat, sejumlah toko pengecer masih belum mendapatkan stok minyak goreng dengan HET Rp 14.000

Kondisi ini pun memaksa mereka mau tak mau harus menjual minyak goreng stok lama dengan harga di atas het.

"Masih ada beberapa karton lagi untuk stok yang lama. Belum bisa menjual dengan harga segitu," kata Suryani (45), salah satu pengecer di pasar Kranji Baru.

Baca Juga:Stok Minyak Goreng di Alfamart Jambi Kosong, Ternyata Gegara Tak Mau Ambil Produk Lokal

Suryani dan sejumlah pedagang di Pasar Kranji Baru juga sempat mendapat kabar bahwa stok minyak goreng dengan HET akan segara ada, namun sampai sekarang mereka belum mendapatkannya.

Kondisi ini pun dikeluhkan oleh warga dan sejumlah pegadang gorengan di sekitar pasar.

Ari (35), salah satu pegadang batagor mengatakan bahwa harga minyak goreng yang masih mahal membuatnya mau tak mau harus mengakali bentuk gorengannya.

"Jadi lebih kecil (bentuk batagornya), kalo harga dinaikkan malah pembeli pada kabur. Malah rugi," keluhnya.

Sementara itu, Winda (44) ibu rumah tangga yang bertempat tinggal tak jauh di pasar Kranji Bekasi Barat mengaku bahkan harus berburu minyak goreng dengan het Rp 14.000 via sosial media, Facebook.

Baca Juga:Setelah Mogok Produksi, Pengrajin Mulai Naikkan Harga Tempe Tahu

"Di Facebook banyak yang jual dengan harga segitu, tapi kadang ragu buat beli karena takut ditipu. Terpaksa beli dengan harga lama di pasar," ungkapnya.

Di sejumlah minimarket kawasan Kranji, Bekasi Barat, stok minyak goreng dengan harga Rp 14.000 juga terbilang langka.

"Kemarin (Minggu) datang beberapa karton tapi sekarang juga tinggal sedikit. Langsung banyak yang beli," ucap salah satu penjaga minimarket di jalan Patriot, Bekasi Barat.

Tidak hanya minyak goreng bersubsidi yang terbilang cukup langka, warga Bekasi juga kesulitan membeli tempe dan tahu.

Sejumlah pedagang sayur sejak akhir pekan lalu mengatakan sudah tak lagi menjual tempe dan tahu karena harga yang tinggi.

"Sebelum naik, tempe bisa dijual Rp 5000 sepapan, tahu bisa dijual Rp 3500 sampai 4000, sekarang udah gak berani jual segitu karena belinya udah mahal," ucap Darsini (50) penjual sayur keliling di perumahan Inkopol, Bekasi Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini