- Tumpukan sampah meluber ke bahu jalan di TPS 3R Pulogebang, Jakarta Timur, menimbulkan keresahan warga terkait kesehatan.
- Kondisi ini terjadi akibat pembatasan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang yang menyebabkan penumpukan sampah di lokasi tersebut.
- Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pemilahan sampah rumah tangga serta optimalisasi peran Bank Sampah untuk mengurangi beban pembuangan.
SuaraBekaci.id - Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), Jalan Rawa Bebek, Pulogebang, Jakarta Timur, yang meluber hingga ke bahu jalan menimbulkan keresahan warga akan penyebaran berbagai macam penyakit.
"Sampah kayak gini kan bikin kita khawatir, karena kotor, bau, bisa menimbulkan penyakit, kayak DBD, diare, atau virus-virus gitu," kata salah satu warga sekitar, Jayadi (38) di Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Menurut dia, bau menyengat dari sampah sangat mengganggu warga dan pengendara yang melintas.
"Baunya sangat menyengat, takut nanti jadi sumber penyakit. Banyak lalat, kadang juga ada tikus. Anak-anak atau lansia jadi rentan sakit kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan," ujar Jayadi.
Dia mengatakan kondisi tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah lama terjadi. Terlebih, keadaan sampah di tempat itu semakin mengkhawatirkan semenjak adanya pembatasan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Jadi, truk juga tidak ada yang datang buat angkut, makanya sempat kan numpuk terus, tidak lama diangkut, dan sekarang numpuk lagi," ucap Jayadi.
Dia pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar segera mencari solusi nyata untuk menangani masalah sampah di tempat tinggalnya itu.
"Masa harus komplain mulu warga baru ditindaklanjuti. Harus ada aksi nyata, jangka panjang juga, sulit soal sampah ini," ungkap Jayadi.
Senada, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas, Sunaryo (49) juga mengaku resah dengan kondisi sampah yang sudah tidak dapat dikendalikan oleh petugas TPS 3R.
Baca Juga: Zulkifli Hasan: Tumpukan Sampah di TPST Bantargebang Seperti Gedung 17 Lantai
"Harusnya segera ditindaklanjuti. Berharapnya, sampah diangkut sama petugas biar tidak semakin banyak tumpukan sampah," kata Sunaryo.
Dia pun mengaku tidak nyaman setiap kali melintasi jalan tersebut karena bau sampah yang mengganggu.
"Kalau lewat situ, saya harus tutup hidung lagi, nembus masker baunya, namanya banyak begini," ucap Sunaryo.
Berdasarkan pantauan, terlihat sampah menggunung di samping gedung TPS 3R Pulogebang. Kondisi sampah yang berserakan juga terlihat di seberangnya.
Sejumlah pengendara motor yang melintas terlihat tidak nyaman. Mereka menutup hidung karena bau sampah yang menyengat.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di TPST Bantargebang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet