- Personel gabungan telah mengangkut sekitar 450 ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati dan membuangnya ke TPST Bantar Gebang.
- Diperkirakan masih tersisa 1.300 ton sampah, dan pembersihan ditargetkan rampung pada lusa dengan mengandalkan 20 armada operasional.
- Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan intensif selesai dalam lima hari karena peningkatan volume sampah signifikan saat musim buah.
SuaraBekaci.id - Personel gabungan mengangkut gunungan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari pertama sekitar 450 ton sampah.
"Sebanyak sekitar 450 ton sampah sudah diangkut oleh personel gabungan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur," kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah di Jakarta, Jumat (9/1).
Seluruh sampah yang diangkut itu langsung dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Saat ini, kata Dwi, diperkirakan masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
"Rencana awal, ada 23 truk, tetapi yang beroperasi hanya 20 armada karena tiga mengalami kendala teknis," ujar Dwi.
Dia menjelaskan dari 20 armada yang dikerahkan, delapan unit di antaranya berasal dari Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, delapan unit bantuan dari Dinas LH DKI Jakarta, serta empat unit dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta.
Seluruh armada tersebut melaksanakan total 31 rit pengangkutan. Sebagian truk mampu melakukan dua kali perjalanan lengkap (rit), sementara lainnya hanya satu rit akibat antrean panjang di TPST Bantar Gebang.
"Masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah. Kegiatan pembersihan dilanjutkan kembali hari ini dan ditargetkan rampung pada Minggu lusa," ucap Dwi.
Dia pun berharap proses penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: KPK Panggil Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi
Namun, dia menegaskan kelancaran pengangkutan juga bergantung pada kondisi cuaca di TPST Bantar Gebang.
"Apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir, layanan pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang akan dihentikan sementara hingga kondisi cuaca kembali normal," tutur Dwi.
Sementara itu, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur menargetkan penanganan timbulan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan," kata Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta di Jakarta, Jumat.
Langkah itu diambil menyusul meningkatnya volume sampah secara signifikan selama musim buah yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar tersebut.
Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif sehingga akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan