- Dokter Arifianto menyatakan campak di DKI Jakarta masih ada karena mayoritas pasien tidak melengkapi imunisasi wajib anak.
- Penyakit campak bisa dicegah dengan vaksinasi lengkap, sebab antibodi terbentuk untuk melawan virus dan bakteri.
- Dinkes DKI Jakarta mencatat 218 kasus campak hingga September 2025, lalu melaksanakan imunisasi massal bagi 9.000 anak.
SuaraBekaci.id - Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) mengungkapkan bahwa penyakit campak di DKI Jakarta belum hilang sampai saat ini karena imunisasi yang tak lengkap.
Arifianto mengakui hampir setiap pekan mendapati pasien anak menggunakan ventilator atau masuk ruangan perawatan intensif (PICU) karena campak.
"Campak di DKI belum berakhir sampai sekarang. Setelah diperiksa, mayoritas tidak lengkap imunisasinya," kata dia dalam siniar bertema "Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu?" yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Menurut dia, ini menjadi bukti penyakit campak bisa dicegah karena daya tahan tubuhnya ada akibat vaksin. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunusasi anak-anak mereka.
"Campak itu penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin harus lengkap. Imunisasi lengkap terbukti meningkatkan daya tahan tubuh," kata dia.
Dijelaskan Arifianto, anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin agar antibodinya terbangun.
Jadi, begitu terkena penyakitnya langsung, maka tubuh bisa menghalau.
Imunisasi campak rubela diberikan tiga dosis, yakni saat anak usia 9 bulan.
Dilanjutkan dosis penguat saat anak berusia 18 bulan dan berusia 6-7 tahun.
Baca Juga: 6 Titik Perbaikan di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Hari Ini, Siap-siap Macet!
Pada September 2025, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian.
Kasus ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.
Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI mengadakan "Outbreak Response Immunization" (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.
Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon