- Menko Pangan Zulhas mengumumkan pembangunan PSEL di Bantargebang untuk mengolah 3.000 ton sampah harian Jakarta.
- Insiden longsor sampah di TPST Bantargebang terjadi akibat curah hujan ekstrem yang menutupi jalan operasional.
- Rencana PSEL tahap kedua mencakup total 14 lokasi dan ditargetkan selesai dibangun hingga akhir 2028.
SuaraBekaci.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dibangun di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Jakarta itu nanti ada di Bantar Gebang. Mudah-mudahan nanti kejadian kemarin tidak terulang lagi. Itu menunjukkan kita memang perlu percepat, kita tidak ingin ada masalah lagi, kita ingin percepat," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3).
Menurut dia, sampah yang dihasilkan Jakarta mencapai hampir 8.000 ton sehingga tumpukan sampah di TPST Bantargebang sudah seperti gedung 17 lantai.
PSEL yang akan dibangun di Bantargebang tersebut direncanakan mampu mengolah 3.000 ton sampah, terdiri dari 2.000 sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.
Selain di Bantargebang, terdapat dua wilayah Jakarta lainnya yang akan dibangun PSEL dengan salah satunya adalah wilayah Sunter dekat Jakarta International Stadium (JIS).
Rencana pembangunan PSEL di tiga wilayah Jakarta tersebut merupakan bagian dari program PSEL atau waste to energy tahap kedua.
Adapun program PSEL tahap kedua direncanakan di 14 lokasi dengan 10 lokasi antara lain Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, Serang.
"Kita harapkan yang 14 PSEL ini pada pertengahan 2028 sampai akhir 2028 juga sudah jadi," kata Zulhas.
Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan insiden longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, akibat curah hujan ekstrem.
Baca Juga: Karyawan SPBU Dibekap, Diikat, dan Dipukuli Komplotan Perampok
Dia menjelaskan, peristiwa longsor tersebut terjadi di zona 4A pada pukul 14.30 WIB. Dengan tingginya curah hujan tersebut, air pun masuk ke dalam gunungan sampah di Bantargebang. Akhirnya, kondisi sampah yang licin menyebabkan longsor di kawasan tersebut.
Kejadian itu, lanjut Pramono, menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah.
Setelah meninjau kondisi di Bantargebang pada pagi tadi, Pramono pun segera meminta agar situasi di tempat tersebut segera dinormalkan kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
Presiden Beri Arahan pada Danantara Indonesia untuk Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional
-
Zulkifli Hasan: Tumpukan Sampah di TPST Bantargebang Seperti Gedung 17 Lantai
-
Karyawan SPBU Dibekap, Diikat, dan Dipukuli Komplotan Perampok
-
Jangan Sampai Hipoglikemia! Tips Khusus Dokter untuk Pemudik Penyandang Diabetes
-
Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang