Kurikulum ini mencakup mata pelajaran inti seperti Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, serta mata pelajaran lain yang berdasarkan Kurikulum Nasional Inggris.
Kurikulum Cambridge menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan berbahasa Inggris, serta pandangan global.
Kualifikasi Cambridge diakui secara global dan memberikan akses ke pendidikan tinggi di berbagai universitas di seluruh dunia.
Siswa yang belajar dengan kurikulum Cambridge cenderung memiliki kefasihan berbahasa Inggris yang baik, cara berpikir internasional, dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di seluruh dunia, menurut beberapa sumber.
Kurikulum ini mungkin dianggap menantang dan membutuhkan banyak waktu, terutama untuk mata pelajaran yang tidak diminati siswa.
Kurikulum Cambridge menekankan pada pendekatan global dan pembelajaran berbasis keterampilan, sedangkan kurikulum nasional lebih fokus pada pengembangan pengetahuan dan pemahaman tentang materi pelajaran.
Kurikulum Cambridge banyak digunakan di sekolah-sekolah internasional dan beberapa sekolah swasta yang ingin memberikan pendidikan dengan standar global.
Lebih dari 200 sekolah di Indonesia telah menerapkan kurikulum Cambridge.
Kontributor : Mae Harsa
Baca Juga: Viral Kemunculan 'Air Terjun' di Kota Bekasi, Ternyata Ini Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Teheran Diguncang Ledakan Baru! Israel Kembali Menyerang
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla
-
Mahasiswa Bekasi Diciduk Polisi, Ternyata Pengedar Tembakau Sintetis Rumahan
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Kepada 3,8 Juta Debitur
-
Kontroversi Paspor Inggris Anak Alumni LPDP, AHU: Potensi Pelanggaran Hak Anak