- Kemendagri menyerahkan dokumen kependudukan kepada keluarga korban kecelakaan kereta api asal Kabupaten Bekasi pada Rabu, 6 Mei.
- Dokumen berupa KTP elektronik dan kartu keluarga baru diberikan untuk memudahkan akses layanan publik bagi keluarga korban.
- Pemkab Bekasi memberikan bantuan uang tunai serta dukungan pendidikan bagi keluarga korban sebagai bentuk pelayanan publik humanis.
SuaraBekaci.id - Kementerian Dalam Negeri menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan penyerahan dokumen ini menjadi bukti negara hadir untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, bahkan dalam kondisi sulit.
"Dokumen yang kami serahkan berupa kartu keluarga baru serta KTP elektronik bagi yang telah berkeluarga. Dokumen ini penting sebagai dasar untuk mengakses berbagai layanan publik," katanya di Cikarang, Rabu (6/5).
Teguh turut menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia atas musibah tersebut seraya memastikan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat serta akurat sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik sejak warga lahir hingga seterusnya.
Teguh juga mengapresiasi kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam bentuk bantuan kepada keluarga korban. Kolaborasi pemerintah pusat dengan daerah sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta pelayanan publik secara optimal.
"Kami mengapresiasi langkah Pemkab Bekasi yang cepat dan peduli terhadap keluarga korban. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban duka yang dirasakan," ujarnya.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan dukacita mendalam atas musibah kecelakaan yang menimpa sejumlah warga, terlebih mayoritas korban merupakan masyarakat Kabupaten Bekasi.
"Semoga para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujarnya.
Ia mengatakan penyerahan dokumen kependudukan maupun bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama bagi masyarakat yang terdampak musibah.
Baca Juga: KAI Buka Layanan Klaim Pengobatan Korban Insiden Bekasi Timur: Ini Syarat dan Caranya
"Dalam kondisi seperti ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan administrasi keluarga korban dapat diselesaikan dengan cepat dan tanpa kendala. Pelayanan harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi sulit sekalipun," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Baznas Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati.
Selain itu, bagi korban yang menjadi tulang punggung keluarga, pemerintah daerah memberikan dukungan berkelanjutan, termasuk fasilitasi pendidikan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
Asep turut mengapresiasi langkah cepat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bersama Disdukcapil Kabupaten Bekasi dalam memproses serta menerbitkan dokumen kependudukan bagi para korban dan keluarga.
"Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi sangat penting. Ini bagian dari pelayanan publik yang humanis, di mana negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, termasuk dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia