SuaraBekaci.id - Air menyembur tinggi dari proyek pipa milik perusahaan air minum di wiliayah Jalan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (17/6/2025).
Diduga, area proyek sistem pengerjaan air minum (SPAM) itu bocor saat dilakukan uji sambungan pipa.
"Infonya tutup tabungnya lepas," kata Kanit Lantas Polsek Pondok Gede, Iptu Parlan saat dikonfirmasi.
Parlan menyampaikan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu pekerja melakukan uji coba pemasangan pipa karena air di lokasi belum mengalir.
"Ya, untuk pengetesan sambungan saluran, karena baru disambung. Air belum mengalir, cuma pengetesan sambungan yang baru dilakukan pengelasan, terus tutupnya lepas," jelasnya.
Derasnya semburan air membuat area sekitar lokasi tergenang dan membahayakan para pengendara yang melintas. Arus lalu lintas juga sempat terjadi kepadatan.
Namun demikian, para pekerja langsung memperbaiki sambungan pipa tersebut. Kini, semburan air juga telah berhenti dan arus lalu lintas di lokasi telah kembali normal.
"Sudah selesai diperbaiki, untuk arus lalu lintas lancar," tutupnya.
Keluhan Warga Bekasi Soal Air PAM
Baca Juga: Daging Kurban dan Potongan Harga: Double Kebaikan dari Galeri 24
Air PAM di sejumlah wilayah Bekasi mengalami gangguan. Pihak Tirta Bhagasasi di akun resmi miliknya sejak kemarin, Selasa (25/10) menginformasikan bahwa adanya gangguan distribusi air.
Kondisi ini membuat sejumlah warga Bekasi menggeruduk akun Instagram milik Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad. Pada postingan terbaru di akun Gani, sejumlah warga mengeluhkan kondisi air pam yang mereka rasakan hari ini, Rabu (26/10/2024) lalu.
"Selamat pagi pak, tolong PAM di bekasi ditindaklanjuti, Airnya tidak layak pakai Berbau Got, dan Sering Mati, aduan tiada guna tidak ada tidak lanjutnya, Terimakasih," tulis salah satu warga.
"Coba tolong pak pjwalikotabekasi dibenahi air bersih untuk warga kota bekasi pak," sambung warga lainnya.
"Halo min sampaikan air pam kotor dan bau. Mang suka sama airnya bau?" timpal yang lainnya.
Pihak Tirta Bhagasasi menyebut bahwa distribusi air terganggu diakibatkan memburuknya kualitas air baku.
Berita Terkait
-
Daging Kurban dan Potongan Harga: Double Kebaikan dari Galeri 24
-
Pemkot Bekasi Didesak Sediakan Tempat Rehabilitasi Kasus Pelecehan Anak
-
Kasus Pelecehan Siswa SD di Bekasi, Warga Desak ABH Diusir dari Lingkungan
-
Begini Alasan Pemkot Bekasi Belum Jalani Instruksi Dedi Mulyadi Soal Jam Masuk Sekolah
-
Miris! Siswa SD di Medan Satria Kota Bekasi Diduga Cabuli 9 Bocah
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Dentuman Keras di Langit Jawa, Ini Penjelasan Ilmiah BRIN
-
Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Triwulan Ketiga Cair 20 Juli 2026
-
Dari Dapur Kecil di Sidoarjo, Brownies Ketan Kini Tembus Pasar Internasional
-
Pencuri Kabel Senilai Ratusan Juta di Cikarang Ditangkap
-
Asep Surya Atmaja: Calon Kepala Desa Jangan Main Politik Uang