Galih Prasetyo
Sabtu, 31 Mei 2025 | 09:47 WIB
Viral Job Fair Dipenuhi Lautan Pencari Kerja, Bupati Bekasi: Ada Beban Moral [Tangkap layar Instagram]

SuaraBekaci.id - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan ribuan pencari kerja memadati job fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bekasi, pada Selasa (27/5/2025).

Dalam video yang diunggah Instagram @gue_cikarang.co.id, lokasi job fair yang berada di Aula President University, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi itu nampak seperti lautan manusia.

Bahkan dalam video tersebut juga nampak ada kericuhan antar para pencari kerja. Namun hingga kini belum diketahui pasti penyebab kericuhan tersebut.

Menanggapi pelaksanaan job fair yang membludak itu, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, mengakui bahwa pelamar yang datang pada saat itu jumlahnya lebih besar 10 kali lipat dibandingkan ketersediaan lapangan kerja yang disediakan.

Membludak hingga Pencari Kerja Tumbang, Begini Kata Pemprov Jakbar Imbas Job Fair Bekasi Rusuh. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

“Memang di kloter pertama ini kita membuka 2000 lebih yang datang 25.000,” kata Ade, dikutip Rabu (28/5/2025).

Ade menyebut, bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius dan membawa beban moral tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dalam upaya menyediakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

“Artinya di sini beban moral juga bagi kami Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Ia pun berjanji ke depan pihaknya akan lebih banyak kerja sama dengan perusahaan lain, agar penyerapan tenaga kerja dari masyarakat Kabupaten Bekasi bisa lebih optimal.

“Artinya ke depan kita harus membuka kloter berikutnya juga, untuk memasukkan masyarakat Kabupaten Bekasi kerja yang pastinya kapasitasnya lebih dari 2000. Nanti kita ini akan berkelanjutan ke depannya,” tutupnya.

Baca Juga: Kepsek Ujang Tholib Ayah Anak yang Aniaya Siswa SMP Akui Sunat Dana PIP

Job Fair di Bekasi Viral

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan platform digital untuk menjembatani antara pencari kerja dan perusahaan, menyusul kejadian membludaknya peserta job fair di Cikarang, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu yang menyebabkan sejumlah pelamar jatuh pingsan karena kepadatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan tegas Gubernur Jawa Barat agar kejadian serupa tidak terulang.

Herman menekankan bahwa pelaksanaan job fair seharusnya bisa dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kerumunan berlebihan.

"Pak Gubernur kemarin sudah memberikan arahan tegas ya bahwa tidak boleh terulang hal seperti yang kemarin. Karena job fair itu harusnya manageable dan ternyata kan tidak ter-manage dengan baik," kata Herman kepada wartawan ditemui di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025).

Sebagai solusi, Pemprov Jabar kini sedang menyiapkan sebuah platform digital yang memungkinkan pencari kerja dan perusahaan bisa saling bertaut secara daring.

Pencari kerja mendatangi bursa lowongan pekerjaan Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025 di President University Convention Center Jababeka, Selasa.(ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

"Kami saat ini sedang menyiapkan sebuah platform digital sesuai dengan arahan Pak Gubernur untuk mempertautkan antara pencari kerja dan perusahaan-perusahaan," katanya.

Herman menuturkan, pengembangan platform tersebut sudah hampir selesai dan sedang dalam tahap uji coba. Dalam waktu dekat, masyarakat Jawa Barat dapat mengakses platform tersebut untuk mendaftar sebagai pencari kerja.

Selain itu, perusahaan yang membuka lowongan kerja juga bisa langsung mengunggah informasi di tempat yang sama.

"Sudah selesai platformnya, kita sedang mencoba, sehingga nanti warga masyarakat Jawa Barat yang ingin mencari kerja, ya entry data di platform tersebut dan perusahaan juga sama apabila ada lawangan kerja di entry di sana sehingga bisa dipertahutkan," jelas Herman.

Menanggapi isu minimnya lapangan pekerjaan, Herman membantah hal tersebut. Ia menyebut jumlah lowongan kerja di Jawa Barat tergolong memadai, hanya saja persoalannya selama ini memang masih kurang sistem yang mampu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara efisien.

"Saya kira enggak, lowongan kerja relatif memadai, pencari kerja juga cukup besar. Persoalannya kan mempertautkan, itu yang akan kita secepatnya atasi ya," pungkasnya.

Kontributor : Mae Harsa

Load More