Galih Prasetyo
Selasa, 13 Mei 2025 | 20:29 WIB
Ilustrasi pelecehan santri. [Ist]

SuaraBekaci.id - Sebuah tempat pengobatan alternatif di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, diduga menjadi tempat praktik pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemiliknya yang merupakan seorang pria berinisial M.

Tempat pengobatan alternatif itu dikenal dengan Saung Dzikir Al-Zikra.

Seorang perempuan berinisial K (28) mengaku menjadi salah satu korban pelecehan seksual oleh pemilik tempat pengobatan alternatif itu. K menceritakan, peristiwa itu terjadi pada tahun 2016.

Saat itu, mendatangi tempat praktik M dengan harapan mendapat bantuan spiritual untuk mencari keberadaan suaminya yang tak kunjung pulang. K mengaku mengetahui tempat pengobatan itu dari seoarang rekannya.

"Suami saya kan enggak pulang-pulang, (tujuan berobat) biar suami saya pulang," kata K kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

Ilustrasi - Pelecehan seksual terhadap perempuan. ANTARA/Insan Faizin Mub.

Setibanya di lokasi, K mengaku diminta duduk di pangkuan M. Saat itulah, pelaku mulai melecehkan K dengan meraba tubuhnya.

"Saya bilang, 'Kok kayak gini?', tapi dia jawab, 'pengobatannya memang begitu, yang lain juga begitu'," ungkap K menirukan pernyataan pelaku.

Meski menyadari dirinya telah dilecehkan, namun K mengaku tak dapat berbuat apa-apa. Saat itu pun tidak ada orang lain selain dirinya dan pelaku.

K juga memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun, ia mengaku takut dan merasa malu.

Baca Juga: Warga Bekasi Laporkan Dedi Mulyadi ke Komnas HAM Buntut Program Barak Militer Anak Nakal

"Enggak berani lapor, malu dan takut. Memang enggak ada ancaman, tapi saya takut dikira fitnah, takut orang enggak percaya," tuturnya.

Lokasi tempat pengobatan alternatif itu kini telah disegel oleh Pemerintah Kota Bekasi sejak Kamis, 8 Mei 2025.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan penyegelan dilakukan usai sejumlah korban menghubunginya melalui pesan Inatagram pribadinya. Mereka menceritakan kejadian pelecehan yang dialaminya.

"Saya mengapresiasi keberanian para ibu-ibu yang telah bersuara. Ini adalah langkah penting agar tidak ada lagi korban berikutnya,” kata Tri.

Tri mengatakan bahwa kasus ini telah diproses secara hukum dan akan terus berjalan melalui pihak yang berwenang.

Apa itu pengobatan alternatif

Pengobatan alnertaif adalah berbagai metode pengobatan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan medis konvensional.

Metode-metode ini seringkali didasarkan pada tradisi, budaya, atau kepercayaan, dan fokus pada memicu kemampuan tubuh untuk menyembuhkan sendiri.

Contohnya termasuk akupuntur, herbal, pijat, dan yoga.

Pengobatan alternatif seringkali menekankan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek fisik, emosional, dan spiritual dari kesehatan.

Pengobatan alternatif dapat membantu meringankan kondisi kesehatan tertentu, seperti nyeri, stres, atau kecemasan, jika dilakukan dengan benar dan sesuai saran medis.

Beberapa pengobatan alternatif mungkin tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat tentang keamanannya dan efektivitasnya, sehingga perlu hati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba.

Ilustrasi perawatan bekam sebagai salah satu metode pengobatan alternatif (Envato Elements)

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum menggunakan pengobatan alternatif, terutama jika kondisi kesehatan serius atau jika Anda sedang menjalani pengobatan medis konvensional.

Terkait metode pengobatan alternatif, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa pengobatan alternatif dapat ditemui di belahan bumi mana pun.

“Di Amerika sekalipun, ada saja pengobat-pengobat tradisional, misalnya yang dilakukan oleh suku-suku di Amerika Latin," katanya.

Bagaimanapun, ada orang yang merasa lebih nyaman berobat kepada pengobat tradisional dibandingkan dokter. Atau pasien yang bolak-balik merasa tidak sembuh, mereka berusaha mencari terapi alternatif.

"Mudah-mudahan ketika dia merasa bahwa terapi yang ditawarkan ini sesuai yang diharapkan, sakitnya bisa disembuhkan,” ujar Prof. Ari.

Dalam sejarah perkembangan ilmu kedokteran, dahulu pendekatan diagnosis dan terapi dilakukan dengan menggunakan kedokteran intuitif. Ini dilakukan oleh para dukun, para pengobat atau tabib, di mana mereka mencoba menggunakan cara tertentu, kemudian dilihat pengalamannya saat dibagikan kepada orang lain.

Kontributor : Mae Harsa

Load More