Pengobatan alnertaif adalah berbagai metode pengobatan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan medis konvensional.
Metode-metode ini seringkali didasarkan pada tradisi, budaya, atau kepercayaan, dan fokus pada memicu kemampuan tubuh untuk menyembuhkan sendiri.
Contohnya termasuk akupuntur, herbal, pijat, dan yoga.
Pengobatan alternatif seringkali menekankan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek fisik, emosional, dan spiritual dari kesehatan.
Pengobatan alternatif dapat membantu meringankan kondisi kesehatan tertentu, seperti nyeri, stres, atau kecemasan, jika dilakukan dengan benar dan sesuai saran medis.
Beberapa pengobatan alternatif mungkin tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat tentang keamanannya dan efektivitasnya, sehingga perlu hati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum menggunakan pengobatan alternatif, terutama jika kondisi kesehatan serius atau jika Anda sedang menjalani pengobatan medis konvensional.
Terkait metode pengobatan alternatif, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa pengobatan alternatif dapat ditemui di belahan bumi mana pun.
“Di Amerika sekalipun, ada saja pengobat-pengobat tradisional, misalnya yang dilakukan oleh suku-suku di Amerika Latin," katanya.
Baca Juga: Warga Bekasi Laporkan Dedi Mulyadi ke Komnas HAM Buntut Program Barak Militer Anak Nakal
Bagaimanapun, ada orang yang merasa lebih nyaman berobat kepada pengobat tradisional dibandingkan dokter. Atau pasien yang bolak-balik merasa tidak sembuh, mereka berusaha mencari terapi alternatif.
"Mudah-mudahan ketika dia merasa bahwa terapi yang ditawarkan ini sesuai yang diharapkan, sakitnya bisa disembuhkan,” ujar Prof. Ari.
Dalam sejarah perkembangan ilmu kedokteran, dahulu pendekatan diagnosis dan terapi dilakukan dengan menggunakan kedokteran intuitif. Ini dilakukan oleh para dukun, para pengobat atau tabib, di mana mereka mencoba menggunakan cara tertentu, kemudian dilihat pengalamannya saat dibagikan kepada orang lain.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Warga Bekasi Laporkan Dedi Mulyadi ke Komnas HAM Buntut Program Barak Militer Anak Nakal
-
Ada Kejanggalan, Makam Pria Bekasi yang Jadi Korban TPPO di Kamboja Dibongkar
-
Banyak Warga Pindai Retina Demi Uang, Walkot Bekasi: Itu Sangat Berisiko!
-
Jual Data Demi Uang: Warga Bekasi Antre Pindai Retina di Worldcoin
-
Menengok Kondisi SD Padurenan IV Bekasi: Ruang Kelas Rusak, Siswa Belajar di Musala
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara