Galih Prasetyo
Sabtu, 19 April 2025 | 16:06 WIB
Dokumentasi suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025) [Suara.com/Antara]

SuaraBekaci.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) buka suara soal sejumlah warga Bekasi yang mengeluhkan adanya bau menyengat seperti gas bocor, sejak Jumat (18/4/2025) malam.

Area Head PGN Bekasi, Maisalina, memastikan bedasarkan pengecekan tim di lapangan, bau seperti gas yang tercium di sejumlah wilayah Bekasi bukan berasal dari kebocoran gas.

“Kami sudah lakukan pengecekan di seluruh jaringan, hasilnya tidak ditemukan adanya kebocoran," kata Maisalina dalam keterangan, Sabtu (19/4/2025)

Dia menyampaikan bahwa saat ini bau gas yang dikeluhkan warga sudah tidak lagi tercium. Meski begitu, Maisalina mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan ketat demi menjaga keamanan masyarakat dan pelanggan gas bumi.

"Berdasarkan pantauan tim PGN bersama masyarakat sekitar, bau yang sebelumnya sempat diduga berasal dari bau gas, saat ini sudah tidak tercium,” jelasnya.

Ilustrasi kabin mobil yang memiliki bau menyengat (Suzuki Margonda Depok)

PGN juga mengimbau masyarakat segera melapor ke Contact Center 135 jika mencium bau gas atau mencurigai kondisi tidak normal di sekitar jaringan.

“Keselamatan dan keandalan infrastruktur menjadi prioritas kami dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, keluhan warga yang mencium aroma menyengat seperti gas bocor ramai diperbincangkan melalui media sosial.

Pada media sosial X, sejumlah netizen mempertanyakan sumber bau gas tersebut. Bau yang tergiur begitu menyengat hingga ada yang mengaku tak bisa tidur lantaran hal tersebut.

Baca Juga: Ada Apa di Bekasi? Bau Aneh Bikin Geger, Tri Adhianto Buka Suara

“Ini Bekasi kenapa bau gas sih? Pusing banget gak bisa tidur,” tulis akun X @dinamamaliaa.

Seorang warga asal Mustikajaya, Sintia, juga mengaku dirinya sempat berusaha mencium bau gas terserbut. Ia bahkan sempat mengira bahwa asal bau tersebut dari gas elpiji miliknya.

"Bau gas semalam, kirain dari gas di rumah ternyata bukan," Kata Sintia.

Bau Menyengat Dirasakan Warga Bekasi

Warga Bekasi dihebohkan dengan adanya bau menyengat menyerupai gas bocor pada Jumat (18/4/2025) malam. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan warga melalui media sosial.

Pada media sosial X, sejumlah netizen mempertanyakan sumber bau gas tersebut. Bau yang tercium begitu menyengat hingga ada yang mengaku tak bisa tidur lantaran hal tersebut.

“Ini Bekasi kenapa bau gas sih? Pusing banget gak bisa tidur,” tulis akun X @dinamamaliaa, dikutip SuaraBekaci.id, Sabtu (19/4/2025).

Seorang warga asal Mustikajaya, Sintia, juga mengaku dirinya sempat berusaha mencium bau gas terserbut. Ia bahkan sempat mengira bahwa asal bau tersebut dari gas elpiji miliknya.

"Bau gas semalam, kirain dari gas di rumah ternyata bukan," kata Sintia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyebut bahwa bau gas yang terckum di sejumlah wilayah Bekasi berasal dari adanya gas yang bocor.

"Kebocoran gas," kata Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4).

Kendati demikian, Tri menyebut hingga saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) masih melakukan pengalaman terkait kebocoran gas tersebut.

"PGN sedang menelusuri dan antisipasi," ujarnya.

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Keracunan Gas

Keracunan gas bisa sulit dikenali karena beberapa gejalanya mirip dengan kondisi kesehatan umum lainnya. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Pusing dan Sakit Kepala: Tanda awal yang sering muncul.
  • Mual dan Muntah: Reaksi tubuh terhadap keracunan.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas bisa menjadi tanda yang jelas.
  • Lemas dan Kelelahan: Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
  • Kebingungan atau Kehilangan Kesadaran: Terjadi pada tingkat keracunan yang lebih parah.
  • Kejang: Muncul dalam kasus yang sangat serius.

Tak hanya berisiko menimbulkan kebakaran, gas yang keluar dari elpiji juga bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan.

Bahaya menghirup gas bisa menyebkan efek jangka pendek dan jangka panjang.

Kontributor : Mae Harsa

Load More