SuaraBekaci.id - Pekan pertama di Februari 2025, sejumlah warga Kota Bekasi mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Kelangkaan gas sangat berdampak bagi masyarakat.
Seorang pengecer gas elpiji 3 kilogram, Nurhayati (50), mengatakan dirinya sudah tidak mendapatkan kirimin gas dari agen langganannya sejak seminggu terakhir.
“Udah lama kosong, seminggu ini udah gak pernah dikirimin lagi sama agennya,” kata Nurhayati, saat ditemui di wilayah Pangeran Jayakarta, Medan Satria, Kota Bekasi, Senin (3/2/2025).
Nurhayati mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini.
“Gak tahu langka gara-gara apa. Di agennya juga kosong, bilangnya cuma dari pusat ya emang lagi susah,” ucapnya.
Biasanya, Nurhayati menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu. Ia mengatakan, harga grosir yang ia dapat dari agen sekitar Rp19 ribu per tabung.
Menurutnya, keuntungan dari menjual gas tidak seberapa. Sebab, modal yang ia keluarkan untuk menjadi pengecer gas tidak sedikit.
“Ada punya 25 tabung. Satu gas untung tiga ribu perak, gak seberapa, gak setiap hari langsung habis 20 nya kan. Kalau lagi gak dianter juga saya ngambil sendiri, modal bensin kan harus dihitung, belum lagi awalnya kan gede ini jual gas,” ucapnya.
Nurhayati pun berharap, kelangkaan gas ini bisa segera diatasi oleh pemerintah. Sebab, menurutnya ia sebagai rakyat kecil sudah kerap dibebani oleh berbagai persoalan.
Baca Juga: Legislator Desak Pemkot Bekasi Gercep Soal Tower BTS di Atas Rumah Warga
“Ya harapannya cepet stok lagi gas nya. Kami jangan dipersulit terus sebagai rakyat kecil, sembako mahal, minyak (goreng) mahal, susah juga dapetnya,” tegas Nurhayati.
Sementara itu, seorang pelaku UMKM, Ratno, mengatakan sejak Senin (3/2/2025) pagi dirinya sudah berkeliling ke sejumlah warung maupun agen untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, namun tidak ada hasil.
“Ini yang ke lima (tempat cari gas elpiji) tadi ke warung-warung juga enggakk ada pada kosong (gas elpiji),” Kata Ratno saat ditemui di agen gas di wilayah, Senin (3/3/2025).
Ratno mengeluhkan, kelangkaan gas sangat menyulitkan dirinya sebagai pelaku UMKM. Bahkan, jika situasi kelangkaan gas terus berlanjut usahanya terancam tutup beberapa waktu.
“Buat jualan, saya dagang makanan. Warung masih buka, masih ada stok tabung lagi, kalau udah abis semua mah mau enggak mau dagangnya libur dulu,” pungkasnya.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Legislator Desak Pemkot Bekasi Gercep Soal Tower BTS di Atas Rumah Warga
-
Belasan Rumah di Bekasi Utara Dijual Imbas Tower BTN Berdiri Kokoh
-
Pak Dedi Mulyadi Tolong! Warga Bekasi Ketakutan Mati Tertimpa Tower BTS
-
Bahaya! Fenomena di Bekasi: Tower BTS Dibangun di Atas Rumah Warga
-
17 Jam Banjir Kepung Bekasi, Warga Pondok Ungu Ngeluh Gak Bisa Cari Nafkah
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar