SuaraBekaci.id - Hidup dengan keresahan dan ketakutan sudah dua tahun dirasakan oleh sejumlah warga di Perumahan Telaga Mas, Jalan Telaga Elok 1, RT 06 RW 13 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Pasalnya, di kawasan padat penduduk itu berdiri sebuah tower provider di atap lantai dua sebuah rumah warga. Tower tersebut memiliki ketinggian sekitar 31 meter.
Selain tinggi, bangunan tempat tower berdiri merupakan rumah tua yang telah berusia sekitar 20 tahun. Cat rumah tersebut sudah mulai pudar dan di lantai dua, terlihat tembok sudah mulai muncul keretakan.
Salah satu warga sekitar, Rosmala (42), mengaku selama dua tahun ia dan warga lainnya tidak bisa hidup dengan tenang. Apalagi saat hujan turun, para warga dipastikan tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.
“Takut (tower ambruk) kalau ada petir, angin pas hujan, apalagi sekarang musimnya hujan, sudah dua tahun kita ngerasain seperti ini. Kalau mati kan di tangan Allah, ya tapi masa harus mati gara-gara ketakutan,” kata Rosmala kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).
Ketakutan warga semakin menjadi setelah terjadi peristiwa ambruknya beton penyangga tower yang berdiri di atas musala di Kavling Bumi Indah, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/1/2025).
Dalam peristiwa itu, satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Rosmala mengatakan, insiden serupa sangat beresiko terjadi juga di wilayahnya.
Ia dan warga lainnya telah berupaya agar tower provider itu dibongkar dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi. Sayangnya, gugatan mereka ditolak oleh hakim PN Bekasi.
Meski begitu, warga belum menyerah dan terus berupaya dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung.
Baca Juga: Bahaya! Fenomena di Bekasi: Tower BTS Dibangun di Atas Rumah Warga
Rosmala pun berharap, agar keluhan ia dan warga lainnya bisa didengar oleh pemerintah setempat.
“Kepada Pak Tri, Pak Dedi Mulyadi, tolong kita dilirik, ditinjau kembali izinnya, dilihat lokasinya, dibongkar lah. Jangan sampai kejadian yang di Tambun terulang di kita, jangan sampai jatuh korban dulu baru ibaratnya dilihat, ditinjau,” tegas Rosmala.
Adapun, Ketua RT 06/RW 013 setempat Rosadi (39), mengatakan tower tersebut berisi sejak Juli 2023. Pemilik rumah tempat berdirinya tower ialah pasangan suami-istri bernama Waluyo dan Sri Wulandari.
Sosialisai terkait rencana pembangunan tower tersebut mulanya disampaikan oleh Sri Wulandari sejak Maret 2023.
Kemudian, Sri dan pihak kontraktor dari provider mengatakan bahwa di atap rumahnya akan dibangun penguat sinyal.
Saat itu, warga dijelaskan jenis-jenis tower dan diperkirakan bahwa tower yang akan dibangun adalah jenis monopole yang memiliki ukuran kecil.
Berita Terkait
-
Bahaya! Fenomena di Bekasi: Tower BTS Dibangun di Atas Rumah Warga
-
17 Jam Banjir Kepung Bekasi, Warga Pondok Ungu Ngeluh Gak Bisa Cari Nafkah
-
Tewas Tertimpa Tower di Bekasi, Jasad Rustadi Berhasil Dievakuasi Setelah 2 Hari
-
Diguyur Hujan Deras, Bekasi Dikepung Banjir: Ada 14 Titik Tertinggi 1 Meter
-
Sederet Kendala Proses Evakuasi Korban Tewas Tertimpa Beton Tower di Bekasi
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Ahli Hukum Ini Sebut Kredit Bermasalah Tidak Serta-merta Tergolong Kejahatan
-
Perajin Batu Bata Bekasi Bisa Cuan Besar! Ini Peluang Emas Program Gentengisasi Prabowo
-
Polisi Ringkus Pengedar Bawa 759 Butir Tramadol di Bekasi
-
Vape Jadi Sarana Peredaran Narkoba, Bagaimana Sikap PBNU?
-
Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Meluber, Warga Resahkan Penyakit