SuaraBekaci.id - Pemerintah RI berencana bakal memberikan bantuan sosial (bansos) kepada korban Judi online.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menjelasakan, korban judi online bukan pemain atau pelaku melainkan pihak keluarga atau individu terdekat pelaku judi online yang dirugikan baik acara material, finansial, dan psikologis.
Meski sasaran bansos bukan untuk pemain atau pelaku judi online, rencana kebijakan ini tetap menuai kontra dari sejumlah masyarakat.
Salah satu warga asal Bekasi Utara, Wahyu (26) menilai, kebijakan pemberian bansos kepada korban judi online kurang tepat sasaran.
Menurut Wahyu, siapapun yang dirugikan dari pelaku atau pemain judi online seharusnya tidak menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Bansos harus tepat sasaran. Kalau emang nantinya regulasi itu mengarah sama korban dari pelaku judol (judi online), ya si korban langsung aja minta ganti kerugiannya ke keluarga pelaku judol,” kata Wahyu kepada SuaraBekaci.id, Selasa (18/6/2024).
Wahyu mengatakan, pemberian bansos akan lebih banyak manfaatnya jika diberikan kepada warga kurang mampu atau mereka yang menjadi korban kebencanaan.
“Seharusnya bansos buat korban terdampak karena bencana, orang tidak mampu, yang segmentasinya tepat dan sesuai,” ujarnya.
Warga lainnya, Irma (27) meragukan rencana kebijakan pemerintah untuk memberikan bansos kepada korban judi online.
Baca Juga: 60 Ekor Sapi dan 36 Kambing Dikurbankan Bacawalkot Bekasi Tri Adhianto
Irma menyebut, dirinya khawatir jika nantinya bansos tersebut pada akhirnya tidak tepat sasaran dan kemudian disalahgunakan.
“Sebenernya ya setuju gak setuju (bansos untuk korban judi online), gak ada yang tau kan ekonomi keluarga dari penjudi kekurangan juga butuh bansos. Cuma yang ditakutkan itu , takutnya si penjudi ini, takut menyalahgunakan bansos, misal dijual lagi apa gimana,” kata Irma.
Irma menceritakan, jika sebenarnya dia pun mencoba bermain judi online. Namun hanya sebentar dan beruntung tidak sampai kecanduan.
“Kalo saya cuma nyoba doang (main judi online). Pas udah amsyong (kalah) yaudah gak main lagi,” ucapnya.
Irma menyebut, bermain judi online sama saja seperti orang yang tengah dibodohi dengan mesin. Orang yang tak bisa mengontrol diri akan secara tidak sadar terus bermain dalam judi online.
Bahkan kata Irma, ia pun pernah memiliki teman yang sampai meninggal dunia akibat depresi karena judi online.
Berita Terkait
-
60 Ekor Sapi dan 36 Kambing Dikurbankan Bacawalkot Bekasi Tri Adhianto
-
Target Pendapatan Rp2 Triliun, Bapenda Bekasi Baru Realisasikan 37 Persen
-
Viral! Siswi SMP di Bekasi Dihamili Anak Oknum Polisi, Korban Didesak Gugurkan Kandungan
-
Kota Bekasi Marak Pungli Lebih Seram dari Begal, Apa yang Bisa Dilakukan Pemkot?
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia