SuaraBekaci.id - Pria berinisial B dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penipuan program S3 ke Filipina. Terduga pelaku diketahui merupakan dosen salah satu universitas di Jakarta.
“Terlapor ini yang kami cek memang dia pengajar di sebuah kampus,” kata salah satu korban, Aloysius Bernanda Gunawan (46) di Bekasi, Jumat (19/4/2024).
Terduga pelaku juga merupakan salah satu pengelola di agensi pendidikan. Menurutnya, B sudah terlihat profesional bekerja dalam bidang bisnis pendidikan.
Baca juga:
“Memang terlihat bahwa dia (terduga pelaku) sudah terbiasa di bidang bisnis pendidikan, jadi kami senang-senang saja dan percaya sama orang ini,” ucapnya.
Aloysius menyebut, agensi pendidikan yang dikelola oleh B berkantor di salah satu apartemen di Bekasi.
Menurut Aloysius, agensi pendidikan yang dikelola B sebelumnya sudah pernah meluluskan sarjana S3 dari PWU.
“Jjadi 3 angkatan (program S3 ke Filipina) ini sudah lulus dan kalau kita lihat ijazahnya diakui karena memang bener kampusnya tidak ada salahnya,” ungkapnya.
Aloysius mengungkap, kasus dugaan penipuan yang dialaminya bermula dari sebuah iklan yang ia lihat di media sosial TikTok pada bulan November 2023 lalu. Iklan itu berisikan program S3 di Philippines Women's University (PWU), Filipina.
Baca Juga: Begal Bekasi Nyamar Jadi Polisi, Sempat Borgol Tangan Korban: Pelaku Diamuk Massa
Baca juga:
Setelah itu, Aloysius pun menghubungi nomor kontak yang tertera di media sosial tersebut. Ia kemudian bergabung dalam grup Whatsapp yang berisikan sejumlah calon mahasiswa di PWU angkatan ke 4.
Usai beberapa hari tergabung dalam grup tersebut, ALoysius mendapatkan informasi bahwa akan ada seminar internasional yang diselenggarakan di salah satu hotel di Bekasi.
"Seminar internasional mengundang pembicaranya itu ada dari kampus itu (pwu). Kemudian ada juga dari alumni angkatan pertama atau kedua, empat atau tiga orang," jelasnya.
Dalam seminar, terdapat pula agenda penyerahan ijazah kepada alumni PWU. Aloysius pun sempat mengecek keaslian dari ijazah tersebut, yang ternyata sudah diakui dan disetarakan.
"Semakin yakin lah kita, seminarnya ada di Indonesia, angkatan yang pertama, kedua, juga sudah disetarakan ijazahnya," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Begal Bekasi Nyamar Jadi Polisi, Sempat Borgol Tangan Korban: Pelaku Diamuk Massa
-
Dari Mercedes Benz hingga Belasan Smartphone, KPK Lelang Barang Rampasan Bang Pepen
-
Tampang Pengedar Sabu 10 Kg di Bekasi: Pelaku Bisa Raup Rp10 M, Barang Didapat dari Riau
-
Angin Kencang dan Hujan Deras Bikin Sejumlah Pohon di Kota Bekasi Tumbang
-
Galih Loss Tiktoker Bekasi Kembali Bikin Ulah: Prank Bikin Panik Satu Minimarket
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Trump: AS Akan Amankan Uranium Iran Dengan Cara Apa Pun
-
Massa Buruh May Day di Monas Dapat Sembako dari Presiden Prabowo
-
Awas Kena Tilang! Korlantas Polri Bakal Pasang Kamera ETLE di Perlintasan Kereta Api
-
Dasco Bantu Percepat, Pembangunan Flyover Bulak Kapal Dikebut Usai Kecelakaan KA
-
Anak Disakiti! DPR Sebut Ada Celah Mematikan di Balik Menjamurnya Daycare