SuaraBekaci.id - Fenomena pergerakan tanah di Kampung Legok Cariu, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat makin meluas. Pergerakan tanah bahkan membuat jalan raya Sukamukti-Sukabungah ambles.
Selain itu, puluhan rumah rumah dan fasilitas ibadah yang sebelumnya telah rusak juga mengalami ambles semakin dalam akibat pergerakan tanah, seiring curah hujan tinggi serta pembangunan akses jalan menuju Gerbang Tol Sukabungah pada proyek Tol Jakarta-Cikampek Selatan oleh pengembang kawasan Kota Deltamas.
"Mulai kemarin malam jalan kabupaten antara Kecamatan Cikarang Pusat menuju Kecamatan Bojongmangu tidak dapat diakses," kata Plt Camat Bojongmangu Sapto Noviantoro di Cikarang, Rabu.
Dia mengatakan telah melakukan upaya penanganan awal dengan menutup akses jalan tersebut guna menghindari kecelakaan lalu lintas, sambil menunggu perbaikan oleh pengembang kawasan Kota Deltamas.
Pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah warga terdampak fenomena pergerakan tanah. Curah hujan tinggi pada Senin (11/3) menyebabkan pergerakan tanah terus terjadi hingga malam hari, bahkan mengakibatkan beberapa rumah warga runtuh.
"Beberapa rumah warga roboh, jalan ambles, sambungan pipa PDAM terputus, satu unit truk ambles, dan listrik berpotensi padam karena tiang sudah tertarik," katanya.
Ia berharap pihak pengembang dapat segera melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga dan jalan yang terdampak fenomena pergeseran tanah tersebut.
Penjabat Kepala Desa Sukamukti Samid membenarkan dampak bencana tanah bergerak di wilayahnya semakin parah dan sejauh ini belum ada tindak lanjut maupun kepastian penanganan atas kejadian tersebut.
"Saat ini bantuan yang diberikan kepada warga terdampak hanya berupa logistik, makanan instan, dan tenda darurat dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD," katanya.
Baca Juga: Pelajar di Bekasi Saling Serang Gunakan Sajam: Ditangkap Polisi lalu Dipulangkan, Kok Bisa?
Sedangkan warga berharap ada ganti rugi atas rumah dan lahan yang rusak akibat pergerakan tanah yang dipicu proyek pembangunan akses Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sisi Selatan.
"Keinginan masyarakat minta penanganan yang longsor secara riil atau bergerak cepat karena keadaan semakin parah dan merambat ke bagian lain. Sementara perusahaan baru menangani bagian bawah untuk pemancangan,"
Warga terdampak Arman (44) mengaku kerusakan pada area permukiman warga semakin bertambah setiap ada hujan dengan intensitas tinggi penyebab pergerakan tanah.
"Tanah terus bergeser setiap hujan deras dan retakannya semakin membesar. Rumah yang awalnya amblas pada bagian pondasi saja, sekarang sudah badannya yang tenggelam ke dalam tanah," katanya.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Ruas Jalan Sukamukti-Sukabungah yang semula ambles sedalam 10-20 sentimeter kini sudah mencapai setengah meter lebih. Pipa PDAM dan tiang listrik juga terkena dampak.
"Warga juga sudah mengungsi, ada yang mengontrak, ada pula yang ke rumah sanak saudara," katanya.ucapnya.
Berita Terkait
-
Pelajar di Bekasi Saling Serang Gunakan Sajam: Ditangkap Polisi lalu Dipulangkan, Kok Bisa?
-
Cerita Indah, Ngotot Pertahankan Motor Pelanggan: Tangan Ditendang dan Tubuh Diseret Bandit
-
Paspampres yang Hajar Begal Bekasi dengan Tendangan Maut Dapat Penghargaan
-
Reflek Bocil di Babelan Selamatkan Ponsel dari Jambret, Pelaku Sampai Tunggang Langgang
-
Tampang Sandra dan Agus, Maling Motor yang Seret Wanita Ratusan Meter di Bekasi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia