- Sebanyak 62 dapur SPPG di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi sementara karena menunggu pencairan anggaran dari BGN Pusat.
- Penghentian layanan yang telah berlangsung selama sepekan ini berdampak pada terhambatnya pemenuhan gizi para penerima manfaat.
- Operasional dapur akan kembali berjalan normal setelah dana operasional disalurkan oleh pemerintah pusat ke setiap SPPG.
SuaraBekaci.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan sebanyak 62 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu berhenti beroperasi untuk sementara waktu menunggu pencairan anggaran.
"Total ada 62 SPPG berhenti, karena kebanyakan yang belum pencairan anggaran," kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang Priyo Basuki di Tangerang, Rabu (11/6).
Ia mengatakan penghentian operasional dapur SPPG di sejumlah wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang sudah berlangsung dalam satu pekan ini, dengan alasan anggaran belum dicairkan dari BGN Pusat.
"Sudah terjadi sejak minggu ini, kebanyakan SPPG yang berhenti karena belum turun anggaran. Tapi untuk SPPG yang baru akan running," katanya.
Menurutnya, pemulihan operasional pada dapur SPPG tersebut setelah dana operasional dikirim ke masing-masing SPPG oleh BGN Pusat.
Dalam hal ini Priyo menerangkan bahwa di Kabupaten Tangerang terdapat 295 SPPG dengan jumlah cakupan sebanyak 750.220 penerima manfaat.
Diketahui, untuk anggaran atau insentif program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto ini diatur berdasarkan keputusan Kepala BGN terkait petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan MBG.
Dasar perhitungannya nilai Rp6 juta per hari diperoleh dari estimasi biaya fasilitas sewa lahan, bangunan dapur, gudang, alat masak modern dan lain-lain sebesar Rp 2.000 per porsi dikalikan kapasitas layanan maksimal 3.000 penerima manfaat.
Insentif diberikan selama 313 hari dalam setahun, dikurangi hari minggu dalam setahun atau 365 hari dan dibayarkan maksimal setiap dua pekan operasional.
Baca Juga: Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Satu Orang Ditangkap?
Adapun tiga orang pimpinan BGN telah resmi dilantik melalui Keputusan Presiden RI Nomor 18/M Tahun 2026 tertanggal 8 Juni 2026 kemarin.
Ketiganya yakni Kepala BGN Naniek Sudaryati Deyang serta dua wakilnya Mayjen TNI Trenggono serta Agustina Arumsari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi
-
BRI InFrame 2026 Jadi Ruang Dokumentasi Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI
-
Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel
-
Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas