SuaraBekaci.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, menemukan 471 lembar surat suara rusak dalam dua hari penyortiran surat suara.
“Hari pertama sortir lipat surat suara rusak sebanyak 339 lembar, hari kedua 132 lembar,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa, Rabu (1/10/2024).
Ali mengatakan, kebanyakan surat suara yang rusak itu sudah rusak dari penyedia pihak pertama.
“Beberapa ada yang sudah rusak dari penyedianya, seperti misalkan ada beberapa yang sobek ataupun terciprat tinta, sehingga tidak membaca salah satu nama caleg itu kan kategorinya rusak,” ucapnya.
Kendati demikian, surat suara yang rusak itu nantinya bakal dilakukan penyortiran ulang. Sebab, menurut Ali ada beberapa surat suara yang sebetulnya masih dalam kategori layak digunakan.
“Di hari pertama tingkat kehati-hatiannya sangat tinggi sekali dari petugas sortir lipat, jadi ditemui juga padahal itu masih batas normal tetapi saking hati-hatinya petugas sortir lipat kita itu dikategorikan rusak. Nanti kita sortir ulang,” ucap Ali.
Di samping itu, Ali menerangkan selama dua hari, surat suara yang telah selesai dilipat ada sebanyak 552.533 lembar. Jumlah tersebut diselesaikan dengan melibatkan 380 petugas sortir lipat.
Ia menyebut, rencananya pada hari ke lima pihaknya bakal menambah sebanyak 100 petugas sortir lipat. Kemudian, di hari Senin (15/1/2024), jumlahnya bakal ditambah lagi sebanyak 200 orang.
“Target kami kemampuan produksi lipatnya mampu pada level 700 ribu perhari,” tuturnya.
Baca Juga: Penampakan Gudang Logistik KPU Kota Bekasi yang Terendam Banjir, Bagaimana Kondisi Surat Suara?
Ali mengatakan, jika target tersebut tercapai, artinya kegiatan sortir lipat surat suara bisa selesai lebih cepat dari target awal.
“Sehingga kami mampu menyelesaikan sortir lipat jauh lebih awal dari target kami tadinya 22 hari menjadi 15 hari itu sudah selesai,” tutupnya.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Penampakan Gudang Logistik KPU Kota Bekasi yang Terendam Banjir, Bagaimana Kondisi Surat Suara?
-
Miris! Anak 15 Tahun di Bekasi Jadi Korban Prostitusi via Michat: Diupah Cuma Rp50 Ribu
-
Pamer Jersey Nomor 2, Camat Pondok Gede Klaim Tidak Sengaja: Gak Ada Hubungan dengan Capres
-
Dipanggil Bawaslu Dugaan Pelanggaran Netralitas, Camat Jatiasih: Bloon Kalau ASN Sampai Lakukan Itu!
-
Buntut Dugaan ASN Kota Bekasi Langgar Netralitas, Pimpinan Bank Sampai Diperiksa Bawaslu
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan