SuaraBekaci.id - Salah satu akun X @stats_feed cuitkan unggahan tentang 10 kota yang diprediksi bakal tenggelam pada tahun 2100. Cuitan itu tertanggal 17 Desember 2023.
Pada cuitan itu, Jakarta menempati urutan pertama kota yang diprediksi tenggelam pada tahun 2100. Jakarta di atas kota-kota seperti Lagos di Nigeria, Houston di Amerika Serikat, Dhaka di Bangladesh, serta Venezia.
Di cuitan itu juga terdapat 5 kota lainnya yang diprediksi tenggelam pada 2100, yakni Virginia Beach (AS), Bangkok (Thailand), New Orleans (AS), Rotterdam (Belanda), Alexandria (Mesir) dan Miami (AS).
Dalam cuitannya itu, akun @stats_feed menyebut bahwa prediksi tersebut berdasarkan Forum Ekonomi Dunia. Merujuk pada weforum.org, pada April 2022, rilis artiel berjudul '10 kota yang paling cepat tenggelam di dunia''
Pada artikel tersebut, disebutkan sejumlah faktor yang mengakibatkan sebuah kota diprediksi bakal tenggelam. Salah satunya ialah soal kemungkinan banjir besar akibat sering naiknya permukaan air laut.
Kota-kota yang terletak di pesisir menurut studi di artikel tersebut berpotensi tenggelam. Dalam proses yang disebut subsiden, tanah yang mengendap akan memadat berdasarkan perubahan material di bawah permukaan bumi.
Penurunan permukaan tanah ini menyebabkan tanah di sebagian kota-kota besar tersebut menyusut beberapa milimeter per tahun. Masih dari sumber yang sama, pada 2018 dirilis artikel dengan judul 'Jakarta perlahan tenggelam ke dalam bumi'
"Kota ini terletak di dataran aluvial yang rendah dan datar dengan ketinggian rata-rat hanya 8 m di atas permukaan laut. Banjir sering terjadi di wilayah ini dan potensi Jakarta tenggelam cukup mengkhawatirkan," tulis artikel tersebut.
Prediksi Kota Jakarta Tenggelam
Prediksi Jakarta tenggelam sebenarnya sudah menjadi sorotan sejak 2022. Pada awal Agustus 2022, Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin kembali mengingatkan soal prediksi 90 persen daerah Ibu Kota Jakarta, khususnya wilayah utara, terancam tenggelam pada 2050 karena terjadi penurunan permukaan tanah.
Penurunan permukaan tanah terjadi karena sejumlah aspek, antara lain karena penyedotan air tanah yang tidak terkendali.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, ketika memang ini terus berlangsung, di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara, itu akan bisa tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang tidak segera diselesaikan," ujar Arief saat itu.
Penurunan permukaan tanah Jakarta menjadi perhatian banyak pihak sejak bertahun-tahun yang lalu. World Economic Forum memprediksi Jakarta akan tenggelam pada 2050.
Ahmad Riza Patria yang menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu mengatakan masalah itu pula yang dijadikan salah satu alasan ibu kota negara dipindah ke Kalimantan Timur.
"Berbagai program sudah disusun. Salah satu di antaranya yang dilakukan Pak Jokowi memindahkan ibu kota juga selain mengurangi kemacetan, pemerataan pendapatan, kemudian banjir termasuk tadi mengurangi turunnya muka air tanah dan sebagainya," kata Riza,
Tag
Berita Terkait
-
Sorotan Bekasi: Dua Warga Bekasi Jadi Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali, Kasus Covid-19 Naik Jelang Libur Nataru
-
Sejumlah Provinsi Diprediksi Hujan Disertai Petir, Bagaimana Cuaca Bekasi Hari Ini?
-
Muhaimin Iskandar Kunjungi Gedung Juang 45 Bekasi, Ini yang Ada di Sana
-
Sandiaga Buka Suara Soal Polemik 'Ndasmu Etik' Prabowo: Dua-duanya Mantan Saya, Gak Usah Kompor!
-
Maut di Gerbang Sekolah: Siswa SMK di Cikampek Tewas dengan Luka Bacok di Tubuh
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam