SuaraBekaci.id - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Prof. Mahfud MD berkunjung ke MA Annida Al Islamy Bekasi, Jl KH Mas Mansyur, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (4/12/2023) malam.
Mahfud MD datang sekitar pukul 19.57 WIB, kedatangannya disambut dengan alunan takbir dan sorak masyarakat serta para santri.
Sebelum melaksanakan agenda utamanya yakni dialog kebangsaan. Mahfud MD bersama pendampingnya sempat memanjatkan doa bersama di depan makam Syaikh Muhammad Muhajirin Amsar selaku pendiri Pondok Pesantren Annida Al Islamy dan istrinya yakni Hj. Hannah Abdurrahman.
"Saya ke sini melakukan dialog kebangsaan yaitu untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara kepada warga pesantren," kata Mahfud MD kepada awak media termasuk SuaraBekaci.id
Mahfud menyebut, warga pesantren memiliki hak yang sama dalam Pemilu. Menurutnya, warga pesantren harus ikut dan mampu mengurus negara.
"Saya minta warga pesantren yg sudah memenuhi syarat konstitusional besok tanggal 14 Februari Tahun 2024 datang ke tps-tps untuk memberikan suaranya di dalam Pemilu," ucapnya.
"Pilih dengan hati nurani jangan pilih karena di kasih duit, jangan pilih karena diintimidasi, jangan pilih karena dipaksa oleh atasa. Pilih berdasar hati nurani," imbuh Mahfud.
Menurut Mahfud, negara ini akan menjadi lebih baik manakala masyarakatnya berpartisipasi dengan baik di dalam pemilu.
Sosok Syaikh Muhajirin
Baca Juga: Diteriaki Presiden di Karawang, Anies Baswedan Kasih Pepatah Soal Batu Bara dan Permata
MA Annida Al Islamy Bekasi merupakan pondok pesantren (Ponpes) yang sudah berusia 60 tahun. Ponpes ini didirkan pada 1960. Berdirinya Anninda Al Islamy ini merupakan simbol lembaga pendidikan Islam di Bekasi yang didirikan ulama Bekasi.
Pendiri utama Ponpes ini ialah KH.Abdurrahman Shodri. Dikutip dari laman resmi Ponpes, putri dari Kiai Shodri dinikahi oleh pemuda kelahiran Kampung Baru, Cakung yang baru pulang dari Mekkah, KH.Muhammad Muhadjirin Amsar Addary.
Sosok KH.Muhammad Muhadjirin Amsar Addary dikenal sebagai salah satu ulama karismatik. Sang ulama asal Betawi ini memiliki gelar Syeikh. Tak banyak ulama asal Betawi memiliki gelar ini.
Tentu bukan tanpa alasan KH.Muhammad Muhadjirin Amsar Addary memiliki gelar Syeikh. Hal ini karena beliau memiliki penguasaan ilmu agama Islam yang tinggi, serta memiliki perilaku dan perbuatan mulia.
Mengutip dari nu.or.id, Syekh KH Muhammad Muhadjirin, atau dikenal dengan nama Syekh KH Muhammad Muhadjirin Amsar Addary juga dikenal sebagai alhi falak.
Saat Annida Al Islamy berdiri, Syekh KH Muhammad Muhadjirin Amsar Addary mengabdi di Ponpes ini sampai sang mertua wafat pada 1960.
Berita Terkait
-
Diteriaki Presiden di Karawang, Anies Baswedan Kasih Pepatah Soal Batu Bara dan Permata
-
Jadwal SIM Keliling Kota Bekasi Hari Ini 4 Desember 2023, Cek Syaratnya!
-
Mengenal MA Annida Al Islamy Bekasi yang Bakal Disambangi Mahfud MD, Ponpes Peninggalan Sang Ahli Falak
-
Jadwal Kampanye 2024, Mahfud MD Senin Sore Dijadwalkan Akan Datang ke Bekasi Timur
-
Sorotan Bekasi, Bisa Apa dengan UMK Kota Bekasi 2024? Pelaku Begal di Kranji Sayat Leher Korban
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar