SuaraBekaci.id - Anies Baswedan berikan pesan menyentuh untuk para santri yang saat ini tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Nurussalam di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (4/12).
Anies pada kampanye Pilpres 2024 hari ini mendatangi ponpes di Karawang itu setelah menyelesaikan agenda di Kecamatan Rengasdengklok. Saat tiba di Ponpes sekitar pukul 11:00 WIB, teriakan 'presiden' disampaikan para santri untuk capres nomor urut 1 tersebut.
Di hadapan para santri, Anies Baswedan pun berikan wejangan. Anies memberikan semangat agar para santri tidak lelah menimba ilmu pengetahuan di pesantren.
"Kalau mau jadi permata, harus mau digembleng, harus mau bekerja keras," kata Anies saat berdialog di hadapan ratusan santri seperti dikutip dari Antara.
Para santri Ponpes Modern Nurussalam ini pun curhat ke Anies bahwa mereka melakukan kegiatan sehari-hari dengan bangun tidur sejak pukul 03.00 WIB, lalu menjalani berbagai kegiatan hingga baru bisa tidur di jam 23.00 WIB.
Mendapat curhatan dari para santri ini, Anies pun berikan pepatah soal batu bara dan permata. Kata Anies, permata dan batu bara merupakan benda berbeda meski sama-sama dari material bumi.
Kata Anies, kedua benda itu berasal dari panas bumi. Namun, batu permata menempuh proses terkena panas dan tekanan yang sangat lama; sedangkan batu bara tidak melewati fase panas dan tekanan tersebut.
"Adik-adik di sini bangun jam 03.00, tidur jam 23.00, digembleng belajar tiap hari, karena insyaallah akan menjadi permata-permata," ucap pasangan dari Muhaimin Iskandar tersebut.
Sementara itu, pimpinan Ponpes Modern Nurussalam, KH Ujang Badrudin mendoakan Anies-Muhaimin bisa memenangkan Pilpres 2024. Menurut Ujang, Anies dapat membawa perubahan untuk Indonesia ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Sejarah KH Noer Ali Singa Karawang-Bekasi yang Acara Haulnya Disambangi Anies Baswedan
"Kami ingin jadi manusia berguna, maka kami bergerak untuk hal bermanfaat dan alhamdulillah Pak Anies akan memimpin kami ke depan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Biadab! Guru SD di Karawang Diduga Cabuli Murid, Pelaku Beraksi Saat Pulang Sekolah
-
Penyandang Disabilitas di Karawang Capai 8700 Orang, Bisakah Hak Mereka Dipenuhi Pemkab?
-
Jadwal Kampanye 2024, Mahfud MD Senin Sore Dijadwalkan Akan Datang ke Bekasi Timur
-
Sejarah KH Noer Ali Singa Karawang-Bekasi yang Acara Haulnya Disambangi Anies Baswedan
-
Kaum Pekerja Ungkap Beratnya Punya Tempat Tinggal, Prabowo-Gibran Janjikan Rumah Murah
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK