SuaraBekaci.id - Di tengah hingar bingar pesta Pemilu 2024, harapan banyak digantungkan elemen masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Harapan itu salah satunya datang ke guru honorer Kota Bekasi.
Rupanya, sebagian besar tenaga pendidik di Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku masih jauh dari kata sejahtera. Penghasilan bulanan mereka utamanya guru honorer, masih ada yang hanya sebesar ratusan ribu.
Seperti yang dialami Moh. Naufal, seorang guru SD swasta di wilayah Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi. Ia mengaku, selama kurang lebih 5 tahun menjadi seorang guru, hingga saat ini ia hanya menerima gaji bulanan sebesar Rp800 ribu.
"Saya rasa masih belum merata kesejahteraan guru di Kota Bekasi. Gaji guru ada yang Rp500 riby - Rp1 juta tergantung kebijakan lembaga masing masing, untuk biaya hidup dengan gaji segitu masih kurang," kata Naufal kepada SuaraBekaci.id, Rabu (29/11/2023).
Naufal mengatakan, gaji ratusan ribu selama sebulan itu tidak berubah walaupun ia saat ini menjabat sebagai wali kelas V dengan mengampu 10 mata pelajaran.
"Dengan gaji segitu masih kurang menurut saya, karna sekarang kebutuhan guru atau rumah tangga itu serba mahal. Ya banyak-banyak bersyukur deh," ucapnya.
Bagi Naufal, meskipun saat ini penghasilannya jauh dari kata cukup, namun menjadi guru merupakan pilihannya.
Menurutnya, pekerjaan menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia dan dan bisa menjadi ladang kebaikan untuk banyak orang.
Selain Naufal, nasib serupa juga dialami Febi Zikruli seorang guru di SD Swasta di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Febi mengaku, penghasilannya sebagai guru honorer hanya sebesar Rp1,3 juta per bulan.
"Saya sebagai pendidik jika ditanya terkait kesejehtaraan apalagi sebagai guru honorer mungkin bisa dikatakan kurang sejahtera karena memang untuk kebutuhan hidup sehari-hari tidak tercukupi apalagi sebagai honorer pendapatan nya tidak sampai Rp2 juta perbulan," tuturnya.
Guru wali kelas II itu mengaku bahwa pendapatan bulanannya tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Oleh karenanya, dia terpaksa harus mencari pekerjaan sampingan seperti mengajar les.
"Penghasilan Rp1,3 juta perbulan terkait biaya hidup di Kota Bekasi yang harga sandang pangannya lumayan besar tidak lah cukup dengan penghasilan segitu. Maka dari itu saya mencari penghasilan yang lain, tetapi masih mencangkup ranah pendidikan seperti guru private atau les," ucapnya.
Febi mengajar les di dua tempat dengan durasi mengajar selama 5 hari setiap minggunya.
"Sebulan (mengajar les) di 2 tempat kalau di gabungin full lima hari dari senin sampai minggu , penghasilan dari les Rp1,4 juta kurang lebih," ungkapnya.
Jika di total, penghasilan Febi selama sebulan sebagai guru honorer dan mengajar les di dua tempat hanya sekitar Rp2,7 juta per bulan. Baginya, nominal tersebut masih kurang mencukupi untuk biaya hidup di Kota Bekasi.
Oleh karenanya, Febi berharap jelang pemilihan Umum (Pemilu) 2024, kandidat-kandidat terpilih nantinya dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru terutama guru honorer.
"Siapapun nanti presiden dan para legislatif nya harapannya tidak hanya umbar janji melainkan mewujudkan apa yang menjadi perkataan atau janji-janjinya saat sebelum menjabat khusus nya untuk memajukan indonesia dari ranah pendidikan yang memperhatikan kesejahteraan guru, baik dari segi sarana, prasarana dan penghasilan guru," terang Febi.
Berita Terkait
-
Coba Blokade Jalan Teuku Umar, Demo Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2024 di Cikarang Bersitegang dengan Polisi
-
Viral Penampakan Bekasi Versi AI, Kondisi Bantargebang Sangat Realistik
-
Hari Ini Buruh Bekasi Kembali Turun ke Jalan, Kenaikan UMK 2024 Jadi Tuntutan
-
Dear Caleg dan Parpol! Ini Daftar Lengkap Titik yang Diperbolehkan Pasang APK di Kabupaten Bekasi
-
Hari Pertama Kampanye Pemilu 2024, Masih Banyak Caleg Nakal Pasang APK di Titik Terlarang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Disorot Mendagri Akibat Belanja Pegawai Rp3,5 Triliun, Ini Solusi DPRD Kabupaten Bekasi
-
Dituduh Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis Ponpes, Kapolres Metro Bekasi Buka Suara
-
Debt Collector Intimidasi Warga di Bekasi, Anggota DPR: Tangkap dan Usut Tuntas!
-
Wajah Baru Stadion Wibawa Mukti: Renovasi Rp40 Miliar Rampung 70 Persen, Ini Bocoran Fasilitasnya!
-
Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total, Zulhas : Satu Bulan