SuaraBekaci.id - Apa jadinya jika wilayah Bekasi dipotret ulang dengan menggunakan kecerdasan buatan atau yang populer disebut AI?
Belakangan penggunaan AI tengah viral. Tidak hanya menggunakan ChatGPT, penggunaan AI untuk mengubah foto menjadi mirip kartu Disney.
Pengguna Instagram Reza Ageng Wahyudi lewat akun miliknya @rezaagengw unggah sejumlah potret wilayah di Bekasi, Jawa Barat dengan menggunakan AI.
Reza di karyanya tersebut memotret sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Bekasi dengan sangat realistik. Misalnya kondisi wilayah Bantargebang.
Dari karya AI milik Reza terlihat sejumlah alat transportasi berat tengah mengeruk dan membawa sampah. Gunungan sampah yang ada seperti gambaran nyata kondisi Bantargebang saat ini.
Ada juga kondisi Cikarang versi AI yang dibuat Reza. Seperti diketahui, wilayah Cikarang menjadi salah satu kawasan industri di Bekasi.
Di karyanya itu, Reza menampilkan kondisi Cikarang versi AI di mana terlihat cerobong asap dari pabrik-pabrik yang berdiri wilayah ini.
Dari semua karya tentang wilayah di Bekasi versi AI, selalu ada penampakan anak kecil yang tampak bertelanjang dada dan bersarung batik.
Si pemilik karya, Reza kepada SuaraBekaci.id, Rabu (29/11) mengatakan bahwa anak kecil di karya AI yang ia buat itu sebenarnya cerminan dirinya saat masih kecil melihat Bekasi.
Baca Juga: Hari Ini Buruh Bekasi Kembali Turun ke Jalan, Kenaikan UMK 2024 Jadi Tuntutan
"Sebenarnya anak kecil itu saya ibaratkan sebagai saya sendiri di masa lalu dan pose selalu memandang tempat-tempat tersebut bermaksud sebagai rasa syukur," ucapnya.
"walaupun keadaan Bekasi belum Semaju kota lain tapi Bekasi masih punya ciri nya sendiri," sambungnya.
Apa yang diungkapkan Reza ini sejalan dengan komentar para netizen melihat karya AI miliknya. Mereka menyebut apa yang digambarkan Reza ini seperti mengungkap bahwa Bekasi memiliki sejuta kisah bagi mereka yang tinggal di kota ini.
Setidaknya ada lebih dari 10 foto Bekasi versi AI yang dibuat oleh Reza. Menurutnya, proses pembuatan 1 foto itu cukup lama, sekitar 1 jam lebih.
Reza mengatakan bahwa ia tidak sembarangan membuat namun juga lewat proses riset di setiap daerah, tujuannya agar karya yang ia buat tidak menyinggung pihak lain.
"Proses pembuatan untuk 1 postingan dengan 10 foto kira-kira cuma 1 jam," kata pria yang tinggal di kawasan Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi ini.
"Sedikit riset-riset juga, soalnya takut salah dan takut menyinggung warga di tempat yang saya imajinasikan," sambung Reza yang sehari-hari bekerja di pabrik ini.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Ini Buruh Bekasi Kembali Turun ke Jalan, Kenaikan UMK 2024 Jadi Tuntutan
-
Dear Caleg dan Parpol! Ini Daftar Lengkap Titik yang Diperbolehkan Pasang APK di Kabupaten Bekasi
-
Hari Pertama Kampanye Pemilu 2024, Masih Banyak Caleg Nakal Pasang APK di Titik Terlarang
-
Sore Ini UMK Bekasi 2024 Resmi Diumumkan? Begini Penjelasan Kadisnakertrans Jabar
-
Hari Pertama Kampanye Pemilu 2024, 9 Lokasi di Kota Bekasi yang Dilarang Pasang APK, Apa Sanksinya Jika Melanggar?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek
-
Kabel Lampu Jalan Jadi Sasaran Komplotan Pencuri di Bekasi
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK