- Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan lokasi baru bagi tiga sekolah dasar terdampak Tol Japek Selatan pada Senin, 12 Oktober 2026.
- Penentuan lahan pengganti di Kecamatan Setu tersebut diputuskan berdasarkan hasil kajian teknis dan penilaian skor tertinggi oleh tim terkait.
- Hasil penetapan lokasi segera diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar proses pembangunan gedung sekolah baru dapat segera ditindaklanjuti.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menetapkan lokasi baru pembangunan SDN Burangkeng 03, SDN Burangkeng 04 dan SDN Ciledug 03 yang terdampak pembangunan proyek strategis nasional yakni Tol Jakarta-Cikampek II atau Japek Selatan.
"Sudah kami tetapkan, selanjutnya tinggal ditindaklanjuti, dikirimkan ke Kementerian Pekerjaan Umum karena yang mengganti nanti kementerian dan yang membangun dari pihak tol," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin 12 Oktober 2026.
Ia mengatakan ketiga fasilitas pendidikan itu berlokasi di wilayah Kecamatan Setu yang turut menjadi lintasan Ruas Tol Japek Selatan. Kondisi gedung sekolah-sekolah tersebut berdampingan dengan pilar raksasa penyangga jalan tol.
Asep mengaku usulan penetapan lokasi pengganti telah disampaikan sejak sekitar dua tahun lalu. Namun, proses tersebut tak kunjung mendapatkan kepastian. Akibatnya, relokasi tiga SD tersebut ikut tersendat di tengah pembangunan jalan tol yang terus berjalan.
Baca Juga:2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
"Alhamdulillah sekarang sudah ada titik terang. Lokasi pengganti telah ditentukan berdasarkan hasil kajian dan pemeringkatan terhadap sejumlah titik yang diusulkan. Sesuai ranking saja, mana lokasi yang paling cocok dan sesuai," ucapnya.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan penentuan lahan pengganti tersebut dilakukan melalui kajian teknis di lapangan. Seluruh titik calon lokasi dinilai dan diberikan skor oleh tim teknis.
"Dari Dinas Pendidikan membuat nota ke Pak Sekda kemudian turun ke Bagian Hukum, kemudian dirapatkan lalu survei ke lapangan. Sudah ketemu titik-titiknya lalu dilakukan skor yang dibuat oleh tim teknis. Pimpinan setuju. Artinya tidak ada kepentingan apa-apa, intinya yang nilai skornya tertinggi itulah yang dijadikan," katanya.
Menurutnya, kajian dilakukan terhadap seluruh kandidat lokasi pengganti. Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah daerah dalam menetapkan lokasi yang dinilai paling layak.
Hudaya memastikan seluruh lokasi pengganti untuk tiga sekolah tersebut sudah ditetapkan dan saat ini surat keputusan penetapan lokasi tengah disiapkan untuk disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berwenang.
Baca Juga:Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturahman berharap kepastian lahan pengganti ini dapat segera ditindaklanjuti agar pembangunan gedung sekolah baru bisa dilaksanakan sekaligus siswa dari tiga sekolah terdampak dapat menempati gedung baru mulai tahun ajaran mendatang.
"Mudah-mudahan ya. Seluruh tahapan bisa segera dituntaskan agar pembangunan dapat dikebut mengingat fasilitas bangunan baru ini sangat dibutuhkan para siswa terdampak," ucapnya.
Sementara itu, Humas Kerja Sama Operasi Tol Japek Selatan Tomy Fikas Alamsyah mengatakan secara keseluruhan terdapat lima sekolah yang terdampak pembangunan tol. Selain tiga SD, terdapat SMPN 1 Setu dan SMKN 1 Setu.
Dari lima sekolah itu, lahan pengganti untuk SMKN 1 Setu telah lebih dahulu ditetapkan karena menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gedung baru sekolah tersebut bahkan telah selesai dibangun dan sudah digunakan.
"Disdik Jabar sudah lebih dulu menetapkan karena kebetulan di Setu ada lahan milik Jawa Barat, jadi dibangun di situ dan sudah selesai, sudah digunakan. Yang SMP sudah ada, tinggal proses pembangunan. Kemudian yang tiga SD, jika nanti sudah ditetapkan, progres pembangunan akan langsung ditindaklanjuti," kata dia.