- Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengingatkan Indonesia sedang menghadapi lima bencana secara bersamaan di berbagai wilayah.
- Ia menyampaikan peringatan tersebut saat melantik pengurus PMI DIY di Yogyakarta pada hari Minggu, 13 September 2026.
- Bencana yang terjadi secara bersamaan tersebut dapat mengganggu aktivitas sosial serta melumpuhkan perekonomian masyarakat daerah terdampak.
SuaraBekaci.id - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan meningkatnya ancaman bencana yang dihadapi Indonesia.
Ia menyebut sedikitnya lima bencana terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah dan membutuhkan perhatian serta kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.
Lima bencana yang disoroti JK meliputi bencana di Aceh, bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kekeringan parah di Jawa dan sejumlah pulau lainnya, aktivitas Gunung Krakatau, serta kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.
Peringatan tersebut disampaikan JK saat memberikan sambutan seusai melantik Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gusti Prabukusumo beserta jajaran pengurus PMI DIY Masa Bakti 2026–2031 di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga:Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
“Pada saat ini Indonesia terdapat lima bencana yang bersamaan. Di Sumatera, di Aceh masih belum selesai, muncul NTT, kekeringan yang dahsyat di Jawa dan beberapa pulau lainnya, kemudian meletusnya Gunung Krakatau dan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera. Semua ini membutuhkan perhatian,” kata JK.
Lima Bencana yang Disoroti JK
Menurut JK, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana di Indonesia tidak hanya datang dari satu jenis kejadian.
Sejumlah wilayah menghadapi persoalan bencana dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pertama, bencana di Aceh. JK menyebut penanganan bencana di wilayah tersebut masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai.
Baca Juga:Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
Kedua, bencana di NTT. Di tengah proses penanganan di wilayah lain, muncul bencana baru di Nusa Tenggara Timur yang juga membutuhkan perhatian dan bantuan kemanusiaan.
Ketiga, kekeringan. JK menyoroti kekeringan yang disebutnya terjadi secara dahsyat di Jawa dan beberapa pulau lainnya.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Keempat, aktivitas Gunung Krakatau. JK juga memasukkan aktivitas vulkanik Krakatau dalam daftar bencana yang harus menjadi perhatian.
Kelima, kebakaran hutan. Kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera turut menjadi sorotan karena dampaknya dapat meluas terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Kelima kondisi tersebut, kata JK, membutuhkan respons kemanusiaan yang tidak hanya mengandalkan pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana, tetapi juga partisipasi masyarakat.