- Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengingatkan Indonesia sedang menghadapi lima bencana secara bersamaan di berbagai wilayah.
- Ia menyampaikan peringatan tersebut saat melantik pengurus PMI DIY di Yogyakarta pada hari Minggu, 13 September 2026.
- Bencana yang terjadi secara bersamaan tersebut dapat mengganggu aktivitas sosial serta melumpuhkan perekonomian masyarakat daerah terdampak.
Bencana Bisa Lumpuhkan Ekonomi Daerah
JK mengingatkan dampak bencana tidak berhenti pada korban dan kerusakan fisik. Aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah terdampak juga dapat terganggu.
“Apabila bencana, masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Ekonomi daerah itu akan sangat terganggu, kehidupan masyarakat akan sangat terganggu,” ujarnya.
Karena itu, JK mengajak masyarakat di daerah yang tidak terdampak untuk ikut memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana.
Baca Juga:Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
“Hanya bisa apabila masyarakat yang tidak terkena bencana memberikan sumbangan dan perhatian yang besar kepada mereka,” katanya.
Menurut JK, PMI memiliki posisi penting dalam menghubungkan masyarakat yang ingin memberikan bantuan dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Organisasi PMI, relawan, serta berbagai perlengkapan yang dimiliki harus mampu memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara cepat dan tepat kepada daerah terdampak.
PMI Tak Boleh Hanya Datang Setelah Bencana
JK menegaskan tugas PMI tidak boleh berhenti pada penanganan setelah bencana terjadi.
Baca Juga:Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
Upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana harus diperkuat agar dampak bencana dapat ditekan sejak awal.
“Lebih baik mencegah daripada membantu menyelesaikan. Sekarang ini PMI bukan hanya bergerak dalam menyelesaikan bencana. Kita semua bergerak juga dalam bagaimana tidak timbul bencana,” tegasnya.
Menurut JK, posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire membuat negara ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir hingga tanah longsor.
Karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam kerja kemanusiaan.
Kerusakan Lingkungan Perparah Risiko Bencana
Selain bencana alam, JK juga menyoroti kerusakan lingkungan yang dapat memperbesar risiko bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.