Misteri Rumah Kontrakan Bekasi yang Jadi TKP Serial Killer, Duloh Maksa Nyewa Meski Bangunan Tak Ada Listrik

"Maksa karena kan listrik gak ada hanya lampu depan. Ada lampu tapi narik dari tetangga," ucap pemilik kontrakan.

Galih Prasetyo
Jum'at, 20 Januari 2023 | 15:16 WIB
Misteri Rumah Kontrakan Bekasi yang Jadi TKP Serial Killer, Duloh Maksa Nyewa Meski Bangunan Tak Ada Listrik
Salah satu di kontrakan yang menjadi TKP pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs di Bantar Gebang, Kota Bekasi (Suara.com/Danan Arya)

SuaraBekaci.id - Kasus pembunuhan berantai akhirnya diungkap setelah penemuan awal, lima orang tidak sadarkan diri di rumah kontrakan Desa Ciketing udik jl Lingkar Bambu, RT 02 RW 03 Kecamatan Bantar gebang Kota Bekasi pada Kamis 12 Januari 2023. Dari peristiwa itu tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Dalam kasus tersebut polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Wowon, Solihin alias Duloh, M Dede Solehudin. Fakta yang mengejutkan Wowon Cs tidak hanya melakukan pembunuhan di Bekasi namun juga di Cianjur dengan lima korban dan satu korban di Garut.

Pemilik rumah kontrak di Bekasi yang menjadi salah satu TKP pembunuhan berantai Wowon Cs, Jeding mengungkap sedari awal Solihin alias Duloh sampai tiga kali memaksa dirinya untuk menyewa rumah tersebut.

Jeding awalnya menolak. Hal ini lantaran bangunan kontrakan tersebut miliki mertuanya itu sudah hampir satu tahun tidak dihuni dan tidak layak untuk ditempati.

Baca Juga:Aki Wowon Cs Sewa Kontrakan Tak Berlistrik, Lalu Gali Lubang Sebelum Bunuh Istri dan Anak Tiri di Bekasi

"Sudah tiga kali kesini. Kami tolak karena kontrakan belum siap," ucap Jeding saat ditemui SuaraBekaci.id, Jum'at (20/01).

Selain itu ucap Jeding, bahwa rumah kontrakan tersebut tidak memiliki aliran listrik serta tidak ada lampu di bagian depan.

"Maksa karena kan listrik gak ada hanya lampu depan. Ada lampu tapi narik dari tetangga. Itu dalam kosong hanya lantai saja. Dua kamar. Satu ruang tamu," ujar Jeding.

Jeding akhirnya mempersilahkan Solihin untuk menempati bangunan kontrakan itu, setelah mendatanginya sebanyak tiga kali. Bahkan menurut pengakuan Jeding, Solihin langsung memberikan uang Rp500 ribu dan kartu keluarga.

"Langsung ngasih uang 500 ribu dan Kartu Keluarga, yaudah saya yang renovasi saya beli cat, pagar kita cat, genteng kita benerin," ucap Jeding.

Baca Juga:Fakta-fakta Terbaru Pembunuhan Berantai Wowon Cs, Mayat Dikubur di 3 Lubang

Kontributor : Danan Arya

News

Terkini

Suara rintihan korban Aki Wowon Cs masih terngiang-ngiang di telinga warga Ciketing Udik, Kota Bekasi.

News | 11:53 WIB

Suara.com dan IMS akan helat Local Media Outlook 2023 pada Kamis 26 Januari 2023.

News | 18:30 WIB

Bak Korean Wave, rumor kepindahan Asnawi Mangkualam ke Jeonnam Dragons hadirkan Asnawi Wave

News | 18:27 WIB

BRI juga aktif mengajak dan mengikutsertakan kelompok usaha "Menday Gallery and souvenir" dalam beberapa pameran maupun bazar.

News | 16:30 WIB

"Karena kalau sadis, belum tentu dikatakan psikopat. Itu harus ditelusuri terlebih dahulu kejiwaannya,"

News | 15:15 WIB

Aki Banyu memberikan perintah kepada Duloh dan Dede untuk mengeksekusi para korban di Ciajur dan Bekasi

News | 14:54 WIB

Duloh dan Dede tidak pernah tahu bahwa Aki Banyu ialah tokoh rekaan yang dibuat Aki Wowon.

News | 19:34 WIB

"Kadang kalo cerita omsetnya banyak di atas Rp 300.000 bisa sampai Rp 500.000 sehari," kata Narto.

News | 13:05 WIB

Rekan sesama pedagang, Narto mengatakan tersangka serial killer Bekasi, Duloh mengaku bisa sembuhkan orang sakit.

News | 12:30 WIB

Solihin alias Duloh ternyata berprofesi sebagai tukang es cincau di depan SDN Ciketing Udik III, Kota Bekasi.

News | 11:54 WIB

"Terakhir ketemu (korban) waktu Jumat, kan tetangga juga ada yang meninggal tuh. Masih ngeliat itu masih takziah juga beliau,"

News | 20:36 WIB

Seorang warga Tambun Bekasi yang berprofesi sebagai driver online tewas di Depok, Jawa Barat.

News | 20:17 WIB

Penampakan truk pengangkut sampah yang rusak berat jadi viral di media sosial.

News | 17:56 WIB

"Ada kakek-kakek dateng nanya ke saya ada kontrakan gak, saya jawab yang itu mah gak layak (rumah tkp) kosong pak,"

News | 17:12 WIB

Keinginan Arema FC untuk bermarkas di Stadion Patriot Bekasi mendapat penolakan suporter lokal.

News | 16:29 WIB
Tampilkan lebih banyak