"Saya lewat jalan biasa kan terus saya turun ke bawah sama temen saya 'awas yu, (itu) sampah atau guling atau mayat' kan posisi pas belakang rumah lagi meninggal kaget saya," ungkapnya.
Bayu mengaku sempat rasakan hal tak enak dan panik mendengar bercandaan rekannya itu. Ia lalu kembali ke warung miliknya dan menenangkan diri di sana.
Setelah itu Bayu mengatakan bahwa dirinya memberitahukan benda yang ia dan rekannya lihat saat memindahkan ban serep kepada pekerja ekspedisi yang kala itu nongkrong tak jauh dari warungnya.
"Iya saya ngasih tau dia 'bang itu ada apa, apa sampah, atau guling atau ada apa', ujarnya.
Baca Juga:Geger Penemuan Mayat Terbungkus Plastik Hitam dan Dilakban di Bawah Tol Becakayu Bekasi
Awalnya kata Bayu, para pekerja ekspedisi itu tak serius mendengar ucapannya. Mereka hanya mengatakan bahwa mungkin itu sampah yang dibuang oleh orang tak bertanggungjawab.
Karena merasa tak yakin dan gelisah, Bayu kemudian meminta para pekerja itu melihat benda mencurigakan tersebut. Para pekerja ekspedisi itu kemudian mencoba melihat benda mencurigakan tersebut.
Bayu mengaku bahwa ia hanya memantau dari kejauhan saat para pekerja melihat benda mencurigakan tersebut. Setelah dicek, ternyata benda mencurigakan itu ialah sosok mayat manusia.
Menurut Bayu, ada bekas sobekan plastik melihatkan sebuah kaki manusia. Bayu kemudian polsek Pondok Gede untuk dimintai keterangan oleh polisi.
"Iya kalau saya dibawa ke kantor polisi, sama temen saya ada 4 orang," ucap Bayu.
Pantauan SuaraBekaci.id pada siang ini di lokasi kejadian penemuan mayat sudah di pasang garis polisi dan tidak ada warga yang berkerumun di tempat tersebut.