Sungai Aare Miliki Debit Air Capai 200 Meter Kubik per Detik dan Suhu 16 Derajat, Efeknya Bisa Mematikan

"Ini adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Suhu air dingin dapat menyebabkan hilangnya panas dan kemudian menjadi kram otot kepada manusia,"

Galih Prasetyo
Selasa, 31 Mei 2022 | 20:49 WIB
Sungai Aare Miliki Debit Air Capai 200 Meter Kubik per Detik dan Suhu 16 Derajat, Efeknya Bisa Mematikan
Ilustrasi Sungai Aare sumber gambar.[Flickr/Allan Watt]

SuaraBekaci.id - Sungai Aare yang membentang di kota Bern hingga Waldshut-Tiengen di Swiss menjadi tempat hilangnya anak sulung Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz pada Kamis (26/5/2022) lalu.

Hingga saat ini proses pencarian kepada Eril begitu sapaan akrbanya masih terus dilakukan otoritas kepolisian Swiss. Kabar terbaru menyebutkan bahwa otoritas Swiss menggukan drone dengan deteksi panas.

Mengutip dari laporan media lokal, Bernerzeitung, Selasa (31/5/2022), proses pencarian kepada Eril sudah di lakukan tidak hanya di kawasan kota Bern namun juga sampai ke pembangkit listrik tenaga air Mühleberg dekat Danau Wohlen.

Menurut juru bicara polisi, Magdalena Rast, penggunaan drone, kapal penyelam dan patroli jalan kaki juga sudah dilakukan semenjak laporan hilangnya Eril.

Baca Juga:Viral Video Ridwan Kamil Berdiri di Tepi Sungai Lihat Pencarian Eril, Netizen: Sumpah Nyesek Banget!

Semenatara itu, menurut Thomas Walti dari presiden asosiasi penjaga pantai Swiss, Swiss Life Saving Society (SLSS) bagian Bern, suhu di sungai Aaare cukup berbahaya bagi manusia.

Masih bersumber dari laporan Bernerzeitung, saat Eril dilaporkan hilang pada 26 Mei 2022, debit air di Sungai Aare berdasarkan laporan Stasiun pengukuran Schonau mencapai 200 meter kubik per detik. Sementara untuk suhu hampir 16 derajat.

"Ini adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Suhu air dingin dapat menyebabkan hilangnya panas dan kemudian menjadi kram otot kepada manusia," ucap Thomas Walti.

Dilanjutkan oleh Walti, untuk bagian Aare di antara Eichholz dan Marzili memang memiliki hulu yang keluar namun kondisi sungai Aare banyak alami perubahan dan tidak bisa prediksi.

"Bagian Aare antara Eichholz dan Marzili memang memiliki hulu yang keluar, tetapi sungai seperti Aare terus berubah dan tidak dapat diprediksi. Hanya perenang yang baik dan pengalaman yang boleh ke sungai itu,"

Baca Juga:7 Fakta Terbaru Pencarian Anak Ridwan Kamil, Penyelam Diterjunkan hingga WNI di Swiss Ikut Turun Tangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini