Islam Nusantara Bukan Madzab dan Aliran Baru, Said Aqil Siradj Singgung Soal Walisongo

"Agamanya kuat maka insya Allah tumbuh dengan budaya. Itu yang dibawa dakwah disebarkan oleh para Walisongo,"

Galih Prasetyo
Rabu, 30 Maret 2022 | 09:04 WIB
Islam Nusantara Bukan Madzab dan Aliran Baru, Said Aqil Siradj Singgung Soal Walisongo
Ketua Umum Nadhlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj saatmenghadiri pengukuhan pengurus PCNU Kabupaten Bogor di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). (ANTARA)

SuaraBekaci.id - Mantan ketua PBNU, Said Aqil Siradj memaparkan soal Islam Nusantara. Menurut Aqil Soradj, Islam Nusantara bukanlah madzab dan aliran baru di agama Islam.

Ditegaskan oleh Said Aqil Siradj bahwa Islam Nusantara lebih ke tipologi Islam di Indonesia. Menurutnya, Islam Nusantara sudah terbentuk sejak penyebaran agama Islam di Indonesia.

Menurut Aqil Siradj, pemikiran Islam selalu memiliki model pemikiran tersendiri, termasuk bagaimana Islam Nusantara itu akhirnya terbentuk.

"Dari berbagai sumber terbentuk lah model pemikiran sendiri maka lahirlah Islam yang mempunyai tipologi sendiri. Jadilah istilah Islam Nusantara. Ini bukan madzab baru, bukan firqoh baru, bukan aliran baru tapi hanya tipilogi Islam kita," ucapnya, mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Rabu (30/3/2022).

Baca Juga:Jokowi Pakai Peci Dan Sarung Di Muktamar NU, Said Aqil: Simbol Islam Nusantara

Dalam penjelasannya itu, Aqil Siradj bahwa tipelogi dalam Islam yakni mengharmoniskan antara teologi dengan budaya. Menurutnya hal ini juga yang disampaikan Walisongo saat menyebarkan agama Islam di Indonesia.

"Kita bangun agama di atas budaya. Budaya kita jadikan infrastruktur agama. Agamanya kuat maka insya Allah tumbuh dengan budaya. Itu yang dibawa dakwah disebarkan oleh para Walisongo," jelasnya.

Pendekatan budaya ini yang kemudian menjadi islam di Indonesia memiliki ciri khasnya tersendiri, seperti soal kenduri, lalu ada pengajian di 40 hari orang meninggal dunia.

"Contoh kenduri-kenduri kalau kita ada orang yang meninggal tahlilan 7 malam, diulang lagi ketika 40 hari, diulang lagi 100 hari, diulang dengan haul. Ini di Timur Tengah tidak ada. Tapi di kita merupakan prinsip dalam membangun kerohanian spritualis kita,"

Ditambahkan oleh Aqil Siradj, Walisongo ini telah mengubah kandungan isi Selametan dengan membaca surat Yasin yang sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga:Dibully Warganet, Gus Miftah: Kenapa Islam Nusantara Selalu Diserang?

"Bedug itu tadi kan alat musik, oleh para ulama dilestarikan fungsinya dialih manggil waktu salat. Ini jelas kita bukan dari Arab bukan dari Timur Tengah. Ini telah berhasil dalam dakwah Islam,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini