alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

FDA: Moderna Tidak Memenuhi Semua Kriteria Booster Vaksin Covid-19

Lebrina Uneputty Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:00 WIB

FDA: Moderna Tidak Memenuhi Semua Kriteria Booster Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 Moderna [Foto: Antara]

Dalam dokumen Staf FDA menuliskan, hal itu kemungkinan akibat kemanjuran dua dosis pertama dari vaksin buatannya.

SuaraBekaci.id - Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan, vaksin Moderna belum memenuhi semua kriteria yang ditetapkan untuk mendapat izin sebagai vaksin penguat atau booster Covid-19.

Dalam dokumen Staf FDA menuliskan, hal itu kemungkinan akibat kemanjuran dua dosis pertama dari vaksin buatannya.

Dalam dokumen staf FDA juga mengatakan data vaksin Moderna menunjukkan bahwa dosis booster meningkatkan perlindungan antibodi.

Namun perbedaan jumlah antibodi sebelum dan sesudah vaksinasi tidak cukup signifikan, terutama pada orang dengan jumlah antibodi yang masih tinggi.

Dokumen itu dirilis menjelang pertemuan penasihat ahli di luar FDA akhir pekan ini yang akan membahas vaksin ketiga tersebut.

FDA biasanya mengikuti saran para ahli mereka, tetapi hal itu tidak diwajibkan.

Panel penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) pekan depan akan bertemu untuk membahas rekomendasi spesifik tentang siapa yang dapat menerima dosis booster jika FDA memberikan lampu hijau.

"Ada peningkatan, pasti. Apa peningkatan itu cukup? Siapa yang tahu? Tidak ada standar jumlah yang dibutuhkan dan diketahui, juga tidak jelas seberapa banyak peningkatan terjadi dalam studi," kata John Moore, profesor mikrobologi dan imunologi di Weill Cornell Medical College, New York, via email.

Moderna meminta persetujuan bagi dosis booster 50 mikrogram buatannya. Dosis itu separuh dari kekuatan vaksin versi asli yang diberikan melalui dua dosis dengan jarak sekitar empat pekan.

Perusahaan itu meminta regulator untuk mengizinkan dosis ketiga vaksin mereka diberikan pada orang dewasa berusia di atas 65 tahun dan kelompok berisiko tinggi, seperti izin yang diperoleh Pfizer/BioNTech untuk vaksin mRNA mereka.

Komentar

Berita Terkait