alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

20 Persen Pedagang Pasar di Bekasi Gulung Tikar Dampak Pandemi

Rizki Nurmansyah Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:19 WIB

20 Persen Pedagang Pasar di Bekasi Gulung Tikar Dampak Pandemi
Suasana Pasar Bambu Kuning, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sepi dari aktivitas, Kamis (5/8/2021). [SuaraBekaci.id/imam Faisal]

Kota Bekasi memiliki 15 pasar tradisional dan diperkirakam ada 6.000 pedagang yang berasal dari dalam dan luar wilayah Kota Bekasi.

Joko juga menyampaikan banyak pelanggannya yang beralih ke pedagang sayur keliling untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Nah terus orang-orang rata-rata beli sayur tuh kalo engga nungguin sayur yang keliling, pada beli online," jelasnya.

Sepinya pembeli membuat pendapatan setiap harinya turun hingga mencapai 40 persen.

"Lumayan lah (menurun pendapatannya), ya berkurang dari 30-40 persen lah," keluhnya.

Baca Juga: Aksinya Kepergok Pemilik Rumah di Bekasi, Viral Diduga Maling Acungkan Pistol

Dampak PPKM membuat Joko harus mengeluarkan biaya lebih untuk modal berjualan di Pasar Bambu Kuning.

"Terus supplier sayur dari belanja di pasar baru itu juga banyak yang terkendala gara-gara PPKM, jadi harganya juga mahal," katanya.

Namun demikian, dirinya harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Kalau untuk pribadi sih stabil. Harapannya mudah-mudahan ada solusi lah jangan cuma diperpanjang terus (PPKM)," harapnya.

Kontributor : Imam Faisal

Baca Juga: KASN Peringatkan Proses Pemilihan Sekda Bekasi Harus Transparan, Jika Tidak Bisa Diulang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait