- Ulama menganjurkan amalan sunnah pada Malam Nisfu Syaban sebagai persiapan spiritual menyambut bulan Ramadan.
- Amalan utama mencakup memperbanyak istighfar, taubat, doa memohon ampunan, serta membaca Al-Qur'an.
- Keutamaan malam ini adalah potensi diampuninya dosa, kecuali bagi yang menyimpan syirik dan permusuhan.
SuaraBekaci.id - Malam Nisfu Syaban bukan malam dengan ritual wajib khusus, tetapi para ulama menganjurkan memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadan.
Malam Nisfu Syaban bukan soal ritual besar atau amalan yang rumit.
Keutamaannya justru terletak pada kesungguhan hati. Bertaubat, berdoa, dan memperbaiki hubungan—baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Berikut amalan yang dianjurkan:
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Ini amalan utama. Nisfu Syaban adalah momentum membersihkan diri dari dosa, baik yang disadari maupun tidak.
Astaghfirullahal ‘azhim menjadi doa yang paling sering dilantunkan malam ini.
2. Memperbanyak Doa
Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa terbaik, khususnya memohon ampunan, dan umur yang berkah.
Baca Juga: Apa Hukum Bagi Orang Berpergian Jauh dan Tidak Puasa Ramadan?
Berdoa mendapatkan rezeki yang halal dan cukup, hati yang istiqamah, dan husnul khatimah.
Banyak masyarakat juga membaca doa Nisfu Syaban yang berisi permohonan agar dicatat dalam kebaikan.
3. Membaca Al-Qur’an
Tidak ada jumlah khusus, namun membaca Al-Qur’an—baik beberapa ayat maupun satu juz—sangat dianjurkan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Salat Sunnah
Salat sunnah dapat dilakukan secara individu, seperti salat taubat, salat hajat, dam salat sunnah mutlak.
Yang ditekankan adalah keikhlasan, bukan jumlah rakaat.
5. Puasa di Siang Hari (15 Syaban)
Puasa Nisfu Syaban termasuk puasa sunnah. Rasulullah SAW dikenal sering berpuasa di bulan Syaban sebagai persiapan menuju Ramadan.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
1. Malam Penuh Ampunan
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya.
Kecuali mereka yang masih menyimpan kesyirikan, kebencian dan permusuhan (dendam).
Karena itu, malam ini juga menjadi ajakan untuk memaafkan sesama.
2. Momentum Muhasabah Diri
Nisfu Syaban adalah jeda spiritual. Waktu untuk menilai diri sebelum memasuki bulan Ramadan yang penuh disiplin ibadah.
3. Persiapan Batin Menuju Ramadan
Syaban adalah bulan pengantar. Nisfu Syaban berada di tengahnya, menjadi titik balik bagi siapa pun yang ingin menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lurus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Transjabodetabek Terus Ekspansi, Siap Layani Cikarang dan Bandara
-
Pemprov Jabar Bagi-Bagi 3.040 Tiket Bus Mudik Gratis 2026, Daftar Lewat HP Sekarang!
-
BRI Siapkan 3 Strategi Mitigasi Risiko untuk Dorong Kredit UMKM
-
Terjadi Lagi di Bekasi: Begal Payudara di Gang Sempit Terekam CCTV
-
Polisi Tangkap Pasangan Kekasih Pembuang Bayi di Tambun Bekasi