- Disdagin Depok memonitor harga daging sapi pada 23 Januari 2026 stabil di kisaran Rp130 ribu–Rp140 ribu per kilogram.
- Pedagang daging di Depok tetap beroperasi normal meskipun ada instruksi mogok dagang oleh APDI DKI Jakarta.
- Stok daging sapi Depok dipastikan mencukupi dan Disdagin akan mengintensifkan operasi pasar stabilisasi harga.
SuaraBekaci.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Jawa Barat, memastikan ketersediaan dan harga daging sapi di pasar tradisional masih stabil dan pasokan terkendali.
Berdasarkan hasil monitoring Disdagin per 23 Januari 2026, harga daging sapi di pasar-pasar wilayah Kota Depok tercatat berkisar Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, termasuk di pasar induk.
Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani di Depok, mengatakan pedagang daging sapi di pasar-pasar wilayah Depok tetap berjualan seperti biasa, sehingga harga daging sapi tetap di kisaran normal.
Tidak ditemukan aksi mogok dagang secara massal seperti yang disampaikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta.
“Tidak ada mogok. Alhamdulillah, seluruh pedagang daging sapi di Depok masih berjualan seperti biasa hari ini,” ujarnya, Sabtu (24/1).
Widyati menjelaskan, harga daging sapi saat ini dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH). Meski demikian, stok daging sapi dipastikan tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Depok.
Meski APDI menginstruksikan mogok dagang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 22–24 Januari 2026, Disdagin Kota Depok memastikan sebagian besar pedagang tetap beroperasi dengan memanfaatkan stok daging yang tersedia.
“Pedagang tetap berjualan menggunakan stok daging sapi segar maupun daging beku. Insyaallah, tidak ada penutupan lapak di Kota Depok,” tegasnya.
Ia menambahkan, Disdagin Kota Depok berkomitmen untuk terus mengintensifkan operasi pasar stabilisasi bersama distributor, termasuk pemberian subsidi logistik guna menekan harga hingga menjelang Ramadan.
Baca Juga: Daging Sapi Langka di Bekasi: 5 Fakta di Balik Aksi Mogok Pedagang
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Widyati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Lokasi Samsat Keliling di 14 Titik Wilayah Jadetabek
-
Fitur QRIS Tap dari BRImo, Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek